Tarian Bian Lian punya ciri khas unik dan lekat dengan tradisi Tionghoa. Bahkan, pertunjukan ini dulunya tidak boleh ditampilkan di sembarang tempat.
Tim detikSumut menyaksikan tarian Bian Lian saat tampil di salah satu mal di Kota Medan. Seorang pria tampil dengan baju merah menyala dengan paduan ornamen emas.
Ia tampil diiringi dengan iringan musik dengan melakukan gerakan tarian yang indah. Awalnya, orang-orang dibuat penasaran ketika penari datang dengan muka ditutup kain hitam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia tampil dengan membawa kipas merah besar dan begitu tarian dimulai, gerakan sulap wajah dapat mengganti topeng terjadi dalam hitungan detik. Ia mampu mengganti topeng wajah lebih dari lima karakater.
Dikutip melalui website unpar.ac.id, Sabtu (7/2/2026), artikel tersebut menyebut tarian Bian Lian dulunya tak boleh dipentaskan di sembarang tempat.
"Bian Lian bukan hanya tarian khas Tiongkok, melainkan juga menjadi rahasia negara. Tarian itu tak boleh diajarkan dan dipentaskan sembarangan," dikutip detikSumut.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Bahasa Mandarin (YPBM) Jabar Louis Lauw dalam artikel Bian Lian Tarian Bertopeng Cirebon di website unpar.ac.id, menyebutkan bahwa tari Bian Lian dianggap rahasia negara di Tiongkok karena mengandung unsur sulap ketika topeng berganti dalam hitungan detik.
"Budaya yang diwariskan turun-temurun itu bahkan harus mendapatkan izin dari otoritas Tiongkok jika ingin dipelajari dan dipentaskan di luar negara," ujarnya.
Sementara itu, dikutip melalui Instagram resmi Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia, Tari Bian Lian diartikan sebagai sebuah seni tari topeng yang tergabung dalam seni drama opera tiongkok kuno dan berasal dari Chengdu, provinsi Sichuan, sudah dikenal sejak 300 tahun lalu.
Para penari dalam Bian Lian bisa mengubah tampilan wajahnya yang berupa topeng hanya dalam hitungan detik. Kesenian ini dilestarikan dan diwariskan turun-temurun kepada kalangan muda.
