Pertunjukan barongsai selalu ditunggu saat momen Imlek. Konon, tarian Barongsai ini dipercaya dapat mengusir roh jahat.
Seperti diketahui, barongsai sendiri sudah ada sejak zaman dinasti Tiongkok yang sudah menjadi tradisi turun temurun hingga menjadi budaya dan kemudian dibawa ke Indonesia.
"Barongsai itu sebagai simbol pembawa rezeki karena kita sering melihat dia lah yang menyemarakkan Imlek tersebut. Simbol singa itu di kaum Tionghoa simbol yang penting seperti membawa kemakmuran dan mengusir yang jahat," ungkap Pembina Barongsai Yong He KSK Medan Hendra kepada detikSumut, Sabtu (7/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hendra menyebutkan bahwa makna mengusir roh jahat diambil dari filosofi tiruan singa yang dijadikan alat oleh warga Tionghoa dulu dengan menimbulkan suara keras.
"Dulu Barongsai itu diciptakan konon ada satu kampung yang diributi oleh makhluk-makhluk jahat seperti binantang raksasa. Jadi masyarakat tersebut menggunakan alat seperti gendang untuk menimbulkan suara keras. Nah mereka membuat suatu tiruan singa, jadi setelah ada tiruan singa itu makhluk jahat itu tidak mengganggu warga lagi. Jadi diambillah singa itu sebagai mengusir makhluk jahat hingga turun temurun," jelasnya.
"Barongsai itu sebenarnya banyak kebutuhannya terutama ada di grand opening, acara ritual keagamaan, maupun acara pernikahan," lanjutnya.
Nah, Hendra juga menyebut isu terkait nasib sial bagi toko yang tidak memberi angpao saat didatangi barongsai tidak benar. Ia pun menyebut justru banyak toko yang senang didatangi pertunjukan barongsai.
"Itu mitos ya malah kalau dalam rangka Imlek, toko malah senang didatangi karena membawa keberkahan," tuturnya.
Hendra menyebutkan bahwa ada beberapa jenis gerakan dalam barongsai, mulai dari teknik dasar maupun teknik kuda-kuda yang sering digunakan.
"Satu singa itu ada 2 orang yaitu depan belakang. Gerakan ada beberapa gerakan dasar seperti teknik kuda-kuda, teknik pegang barongsai, teknik bermain, ataupun teknik mengangkat. Biasanya untuk sampai bisa sekitar 3 bulanan lah," kata Hendra.
Sementara itu, Hendra mengakui bahwa pertunjukan barongsai ini sudah mulai banjir permintaan. Ia menyebut biasanya permintaan akan terus mengalir pada 15 hari Imlek.
"Ini hari kita tampil di Delipark Mal sampai 3 Maret dan nanti juga ada banyak permintaan di tempat belanja dan acara seni budaya juga. Kemudian saat open house untuk meramaikan," pungkasnya.
