PTPN IV PalmCo Kerja Sama dengan Kemendag Perluas Pasar Ekspor

PTPN IV PalmCo Kerja Sama dengan Kemendag Perluas Pasar Ekspor

Kartika Sari - detikSumut
Minggu, 27 Sep 2026 20:31 WIB
PTPN IV PalmCo jalin kerja sama dengan Ditjen PEN Kemendag untuk mengembangkan dan memperluas pasar ekspor produk perkebunan.
Foto: PTPN IV PalmCo menjalin kerja sama dengan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kemendag untuk mengembangkan dan memperluas pasar ekspor produk perkebunan. (dok. Istimewa)
Medan -

PTPN IV PalmCo menjalin kerja sama dengan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kemendag untuk mengembangkan dan memperluas pasar ekspor produk perkebunan. Kerja sama tersebut mencakup sejumlah komoditas yang dikelola PTPN IV PalmCo, seperti kelapa sawit, teh, kopi, karet, dan gambir.

Selain pengembangan pasar, PTPN IV PalmCo dan Ditjen PEN Kemendag juga segera melakukan promosi dagang bersama.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K Santosa menuturkan bahwa akses terhadap jaringan pasar internasional menjadi salah satu kebutuhan perusahaan perkebunan yang berorientasi ekspor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kesepakatan bersama Ditjen PEN Kemendag ini memberikan kami akses terintegrasi ke ekosistem InaExport," kata Jatmiko, Sabtu (26/9/2026).

Menurutnya, integrasi tersebut dapat dimanfaatkan dalam mempertemukan produk perkebunan dengan calon pembeli internasional yang telah terverifikasi.

ADVERTISEMENT

"Kami berharap komoditas andalan seperti kelapa sawit, teh, maupun kopi bisa terhubung dengan buyer internasional yang terverifikasi secara lebih efisien," ujarnya.

PTPN IV merupakan entitas yang bertahan (surviving entity) setelah penggabungan sejumlah anak usaha di lingkungan PTPN Group.

Sebelumnya, melalui keterangan tertulis dari PTPN menyebutkan bahwa Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengembangkan platform digital InaExport. Platform ini bukan lagi hanya menjadi portal informasi perdagangan, namun juga diarahkan menjadi ekosistem bisnis yang mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon pembeli dari pasar internasional.

Pengembangan InaExport ditandai dengan penandatanganan kerja sama dengan 19 mitra dari berbagai instansi, BUMN, perguruan tinggi, dan asosiasi industri di Jakarta, Selasa (22/9/2026). Salah satu mitranya yakni PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo.

Kerja sama tersebut ditujukan untuk memperluas akses pasar ekspor bagi pelaku usaha, mulai dari UMKM hingga perusahaan perkebunan.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso mengatakan pelaku usaha Indonesia tidak hanya menghadapi persoalan produksi, namun juga akses untuk menemukan pasar yang sesuai di luar negeri.

"Kita mempunyai banyak produk yang bagus, tetapi kita perlu etalase untuk mempromosikannya," ujar Budi saat soft launching InaExport di Kantor Kemendag, Jakarta.

Budi mengatakan bahwa InaExport dikembangkan dengan konsep discovery commerce, yakni memanfaatkan teknologi digital untuk mempertemukan produk dengan calon pembeli berdasarkan kebutuhan dan karakteristik pasar.

"Melalui InaExport, kita menerapkan konsep discovery commerce, yaitu bagaimana produk-produk lokal kitalah yang secara aktif mencari pelanggan melalui algoritma digital," kata Budi.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi membeberkan bahwa InaExport kini memiliki lima layanan utama, yakni ada fitur Cek Ekspor untuk menilai kesiapan ekspor, kalkulator ekspor untuk simulasi biaya, hingga layanan inquiry yang mempertemukan permintaan pembeli dengan eksportir.

Selain itu, InaExport turut menyediakan dashboard intelijen pasar serta terintegrasi dengan sejumlah layanan pendukung, termasuk logistik dan pembiayaan.

Fajarini menyebut jumlah pengguna InaExport meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Hingga September 2026, jumlah pengakses platform tersebut mencapai 866.000 atau hampir lima kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, jumlah anggota yang telah terverifikasi mencapai sekitar 15.000.

"Penandatanganan hari ini dengan 19 mitra bertujuan agar data informasi, program pembinaan, serta fasilitas promosi dari berbagai institusi dapat terhubung dalam satu pintu," ucap Fajarini.

Kemendag menargetkan InaExport dapat beroperasi penuh atau go live pada 5 Oktober 2026. Pengembangan platform tersebut diharapkan dapat membantu eksportir mengatasi sejumlah persoalan dalam pengembangan pasar luar negeri, seperti keterbatasan informasi pasar, pemenuhan regulasi, serta akses terhadap calon pembeli internasional.

Bagi perusahaan perkebunan seperti PTPN IV PalmCo, integrasi layanan perdagangan dan promosi dalam satu ekosistem digital menjadi salah satu saluran yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas jejaring pasar bagi komoditas perkebunan Indonesia.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Trade Expo Indonesia 2025 Tunjukkan Inovasi dan Keberlanjutan Produk Nasional"
[Gambas:Video 20detik] (ksr/mjy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads