Misi Tekan Import, PTPN IV PalmCo Mulai Pilot Project Kedelai 1.000 Ha

Misi Tekan Import, PTPN IV PalmCo Mulai Pilot Project Kedelai 1.000 Ha

Kartika Sari - detikSumut
Selasa, 01 Sep 2026 21:18 WIB
Penanaman kedelai (Foto: Dok PTPN IV PalmCo)
Penanaman kedelai (Foto: Dok PTPN IV PalmCo)
Medan -

PTPN Group kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan program pemerintah di bidang ketahanan pangan nasional. Melalui sub holding PTPN III (Persero), PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, pada Jumat pekan lalu perusahaan telah menggelar pilot project penanaman kedelai serentak di 20 titik di berbagai wilayah kerjanya.

Secara keseluruhan, proyek percontohan ini menyasar luas awal 1.000 Ha. Kegiatan penanaman perdana sendiri dipusatkan di Kebun Adolina Regional 2, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Acara ini terhubung secara daring dengan regional manajemen lain yang melaksanakan aktivitas serupa di 6 provinsi.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyampaikan bahwa pelaksanaan pilot project kedelai PalmCo adalah tindak lanjut atas penugasan pemerintah dalam mendukung asta cita serta penguatan ketahanan pangan nasional, khususnya pada komoditas kedelai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Alhamdulillah, PTPN IV telah melaksanakan tanam perdana proyek percontohan kedelai. Ini merupakan tindak lanjut kita atas arahan Bapak Presiden melalui bapak Menteri Pertanian untuk meningkatkan produksi nasional dan menekan import kedelai," kata Jatmiko, kemarin.

ADVERTISEMENT

Di tahap pertama tersebut, perusahaan menargetkan luasan 1.000 Ha sebagai areal percontohan yang seluruhnya berada di kawasan replanting sawit milik perusahaan.

"Kita optimalisasikan areal peremajaan ataupun konversi sawit. Sehingga kurang lebih selama 6 bulan sebelum sawit kembali di tanam, kita akan menanam kedelai terlebih dahulu," jelasnya.

Inisiatif ini dipandang penting, sebab dalam 5 tahun terakhir Indonesia rata-rata defisit kedelai mencapai 2,5 juta ton pertahun atau setara dengan 97 persen import. Menurut Jatmiko keberhasilan proyek menjadi sangat berarti agar pengembangan komoditas kedelai dapat terus diperluas kedepannya dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian investasi sebagaimana diamanatkan Danantara.

"Karena kita belum pernah tanam kedelai sebelumnya, kita siapkan pilot project 1.000 Ha dulu. Dan sesuai arahan Danantara, jika ini berhasil serta memperlihatkan kelayakan di berbagai aspek, insya Allah akan dilanjutkan dengan luasan yang lebih masif sehingga harapan pemerintah untuk meningkatkan produksi dan menekan import kedelai tadi, dapat diwujudkan," tukas Jatmiko.

Perwakilan Direktur Jenderal Pangan Kementerian Pertanian RI, Arief Muliawan menyatakan apresiasi atas penanaman kedelai yang dilakukan Perusahaan. Menurutnya hal ini patut dicontoh bagi perusahaan lain.

"Kami memberikan apresiasi kepada PTPN yang terus menunjukkan komitmennya dalam menjalankan berbagai program swasembada pangan nasional. Semoga proyek ini berhasil dan dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain yang ada di Indonesia," imbuhnya.

Sementara Direktur Produksi dan Pengembangan PTPN III (Persero) Rizal H. Damanik, menekankan sinergi antara PTPN Group, Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah, dan mitra strategis akan berpengaruh pada percepatan serta keberhasilan program.

"Jika ingin skalanya lebih besar dan persentase keberhasilannya tinggi, kerjasama banyak pihak mulai dari pemerintah, perusahaan, kelompok tani dan mitra strategis lainnya pasti akan sangat dibutuhkan, termasuk kepastian serapan dari offtaker. Semoga project pilot kedelai PTPN IV PalmCo dapat berhasil dan berdampak maksimal," harap Rizal.

Perusahaan perkebunan sawit negara tersebut mulai menanam kedelai varietas grobokan dengan potensi produksi hingga 2 ton per hektar dengan siklus 85-90 hari. Dukungan para pihak di dalam ekosistem yang dibangun akan menjadi kunci agar proyek yang dibangun tidak berhenti sebagai percontohan, tapi dapat diterapkan lebih luas dan berkelanjutan.



(ras/dhm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads