Perum Bulog Kantor Wilayah Aceh mencatat realisasi penyaluran bantuan pangan (Banpang) sudah mencapai 186.930 kilogram atau sekitar 186,93 ton. Bulog memastikan bantuan beras pemerintah benar-benar sampai ke tangan masyarakat penerima.
Pemimpin Perum Bulog Kanwil Aceh Budi Sultika mengatakan, pihaknya menargetkan penyaluran bantuan pangan sebesar 24.771.870 kilogram atau sekitar 24.771,87 ton ke seluruh wilayah Aceh. Penyaluran yang sudah dilakukan disebut menjadi menjadi gambaran prosesnya telah mulai berjalan dan akan terus ditingkatkan secara bertahap hingga seluruh alokasi tersalurkan kepada masyarakat penerima bantuan pangan (PBP).
Dari realisasi sementara tersebut, kata Budi, penyaluran telah tercatat melalui beberapa wilayah kerja yakni Kanwil Aceh sebesar 11.010 kilogram, Kancab Langsa 74.070 kilogram, Kancab Meulaboh 49.590 kilogram, dan Kancab Blangpidie 52.260 kilogram. Sementara itu, penyaluran melalui Kancab Lhokseumawe, Kancab Sigli, Kancab Kutacane, dan Kancab Takengon masih dalam tahap persiapan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kondisi tersebut menunjukkan bahwa distribusi Banpang di Aceh berlangsung secara bertahap. Setiap wilayah memiliki tahapan dan kesiapan distribusi masing-masing namun target akhirnya tetap sama memastikan bantuan pangan dapat diterima oleh masyarakat yang berhak," jelasnya.
Untuk menjangkau wilayah Aceh yang luas, jelas Budi, penyaluran bantuan diperkuat tujuh kantor cabang Bulog yaitu Kancab Sigli, Kancab Lhokseumawe, Kancab Takengon, Kancab Langsa, Kancab Blangpidie, Kancab Meulaboh, dan Kancab Kutacane. Jaringan tersebut menjadi bagian penting dalam mendekatkan distribusi bantuan pangan kepada masyarakat.
Menurutnya, salah satu penyaluran perdana telah dimulai pada 15 Agustus di Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar. Penyaluran dipusatkan di Kantor Camat Darussalam dan menyasar masyarakat dari empat desa yaitu Gampong Lambiheu La, Gampong Lieue, Gampong Berabung, dan Gampong Lampuja.
Dalam alokasi Juli-September, setiap PBP memperoleh bantuan beras sebanyak 30 kilogram untuk alokasi tiga bulan. Proses penyaluran dilakukan melalui koordinasi antara Badan Pangan Nasional (Bapanas), Perum BULOG, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah gampong, serta pihak terkait lainnya.
"Bagi Bulog Kanwil Aceh, capaian 0,75 persen per 18 Agustus 2026 bukanlah titik akhir, melainkan bagian awal dari rangkaian distribusi yang masih akan terus berjalan. Dengan target lebih dari 24,77 juta kilogram beras, proses penyaluran membutuhkan pengawalan secara bertahap dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Karena itu, Bulog terus memastikan kesiapan stok, distribusi, koordinasi dengan pemerintah daerah hingga proses penyaluran di tingkat masyarakat," ujarnya.
"Setiap kilogram beras yang keluar dari titik distribusi menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk memenuhi target penyaluran Banpang di seluruh Aceh. Beras bantuan pemerintah tidak cukup hanya tersedia. Bantuan itu harus bergerak dan sampai. Dari gudang Bulog, menuju kantor cabang, diteruskan ke titik-titik penyaluran di daerah, hingga akhirnya diterima oleh masyarakat yang berhak," jelasnya.
(agse/mjy)
