Aceh Alami Inflasi 0,24%, Harga Bensin-Semen jadi Pemicu

Aceh

Aceh Alami Inflasi 0,24%, Harga Bensin-Semen jadi Pemicu

Agus Setyadi - detikSumut
Senin, 03 Agu 2026 22:02 WIB
Ilustrasi Inflasi
Foto: Shutterstock
Banda Aceh -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Aceh mengalami inflasi bulanan pada Juli 2026 sebesar 0,24 persen. Inflasi dipengaruhi harga bensin dan semen.

"Terdapat beberapa komoditas yang mempengaruhi inflasi bulanan yaitu beras, bensin, cabai rawit, tomat, dan semen," kata Kepala BPS Provinsi Aceh Agus Andria dalam konferensi pers virtual, Senin (3/7/2026).

Menurutnya, kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar adalah makanan, minuman, dan tembakau. Kelompok ini mengalami inflasi sebesar 0,20 persen dan memberikan andil sebesar 0,07 persen terhadap inflasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara sejumlah komoditas memberikan andil terhadap deflasi bulanan yaitu bawang merah, emas perhiasan, ikan tongkol, telur ayam ras, dan ikan bandeng. Agus menjelaskan secara tahunan (y-on-y) Aceh mengalami inflasi sebesar 5,38 persen pada Juli.

"Artinya harga barang dan jasa secara umum naik rata-rata sebesar 5,38% dibandingkan Juli tahun lalu," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan data inflasi menurut kelompok pengeluaran, kata Agus, kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil inflasi tahunan tertinggi sebesar 2,44 persen. Inflasi tahunan didorong harga nasi dengan lauk, emas perhiasan, beras, cabai merah, dan bensin.

"Di sisi lain terdapat komoditas yang memberikan pengaruh deflasi di antaranya bawang merah, baju muslim wanita, tarif air minum PAM, telur ayam ras, dan ikan biji nangka," ujar Agus.

Agus menjelaskan, inflasi tahunan terjadi di seluruh wilayah penghitungan yakni di Banda Aceh, Lhokseumawe, Meulaboh, Aceh Tengah, dan Aceh Tamiang. Inflasi tahunan tertinggi terjadi di Kabupaten Aceh Tengah sebesar 6,91 persen, sedangkan paling rendah terdapat di Meulaboh sebesar 3,50 persen.

"Secara bulanan, daerah yang mengalami inflasi adalah Aceh Tengah, Meulaboh, Aceh Tamiang, dan Kota Lhokseumawe. Inflasi bulanan tertinggi berada di Aceh Tamiang yaitu 0,71 persen, sementara deflasi terjadi di Kota Banda Aceh sebesar 0,03 persen," sebut Agus.



(agse/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads