BP Batam mengungkap kawasan yang menjadi sorotan dalam dugaan praktik pengavlingan laut di Batam hingga kini masih berupa wilayah perairan dan belum dimanfaatkan. Karena itu, BP Batam membuka peluang penyelesaian secara persuasif, dan berharap pemegang alokasi bersedia mengembalikan lahan kepada pemerintah.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan hasil pemeriksaan awal menunjukkan kawasan yang telah dialokasikan tersebut belum dikelola.
"Setelah kami lakukan cross-check, ternyata lahan-lahan ini belum dikelola. Masih berupa wilayah laut," kata Amsakar, Rabu (5/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, BP Batam akan mencari solusi terbaik bersama seluruh pemangku kepentingan terhadap alokasi yang telah diterbitkan pada masa lalu.
"Tentu saja terhadap pengalokasian yang telah dilakukan, kita akan cari jalan yang paling baik di antara para pemangku kepentingan dan para pihak yang terkait di dalamnya," ujarnya.
Amsakar berharap para pemegang alokasi memiliki itikad baik untuk mengembalikan kawasan tersebut kepada pemerintah agar proses penataan dapat dimulai dari awal.
"Syukur kalau kemudian pemegang alokasi tersebut mengembalikannya kepada pemerintah, sehingga kita bisa mulai segala sesuatunya dari starting awal," katanya.
BP Batam saat ini masih melakukan verifikasi terhadap seluruh kawasan yang telah dialokasikan. Proses tersebut dilakukan untuk mengetahui badan usaha penerima alokasi beserta lokasi dan titik koordinatnya.
Direktur Pengelolaan Lahan BP Batam Harlas Buana mengatakan kawasan yang menjadi sorotan tersebar di beberapa lokasi, antara lain Teluk Tering, kawasan Tiban Laut hingga Jodoh.
"Titiknya tersebar di dua lokasi besar, yaitu di Teluk Tering dan di seputaran Tiban Laut sampai Jodoh," kata Harlas.
Menurut Harlas, alokasi tersebut diterbitkan pada periode 2002 hingga 2015. Kedepannya Penataan akan difokuskan pada sejumlah Wilayah Pengembangan (WPP), termasuk kawasan Epicentrum, Teluk Jodoh, dan Tanjung Pinggir.
"Semua nanti akan ditata ulang mengikuti konsep yang baru dari pimpinan kita," ujarnya.
