Sulit Membatalkan Langganan? Kenali Dark Patterns di Layanan Digital

Hafizna Irasa Hasibuan - detikSumut
Selasa, 27 Okt 2026 13:01 WIB
Foto: Shutterstock
Medan -

Pernah mencoba membatalkan langganan aplikasi, tapi justru harus melewati banyak halaman sebelum menemukan tombol pembatalan? Atau menemukan tombol untuk berlangganan yang terlihat jelas, sementara pilihan untuk menolak atau berhenti berlangganan justru tersembunyi?

Situasi itu bisa berkaitan dengan dark patterns, desain antarmuka digital yang sengaja dibuat untuk mengarahkan atau memengaruhi keputusan pengguna. Praktik ini dapat membuat konsumen melakukan tindakan yang sebenarnya tidak mereka inginkan, mulai dari menyetujui langganan hingga memberikan data pribadi.

Apa Itu Dark Patterns?

Dark patterns yaitu pola desain pada situs web atau aplikasi yang memanipulasi pengguna melalui tampilan, susunan pilihan, maupun alur penggunaan. Desain itu bukan sekadar sulit dipahami, tetapi dapat mengarahkan pengguna agar memilih tindakan yang lebih menguntungkan penyedia layanan.

Dalam penelitian Dark Patterns dalam Digital Marketing: Etika dan Dampaknya terhadap Loyalitas Konsumen 2025, I Nyoman Susipta menjelaskan praktik ini dapat digunakan untuk mendorong pembelian impulsif, mengumpulkan data pribadi, hingga menyulitkan pengguna membatalkan layanan berlangganan.

Bentuk Dark Patterns yang Sering Ditemui

Salah satu bentuknya adalah forced continuity, yaitu kondisi ketika layanan terus berlanjut dan pengguna kesulitan menghentikannya. Misalnya, proses pembatalan dibuat lebih panjang dibandingkan proses pendaftaran atau tombol berhenti berlangganan sulit ditemukan.

Ada pula hidden costs atau biaya tersembunyi yang baru muncul menjelang transaksi selesai. Bentuk lainnya adalah confirmshaming, yakni penggunaan kalimat yang membuat pengguna merasa bersalah ketika menolak tawaran, serta countdown timer yang menimbulkan kesan bahwa kesempatan membeli akan segera berakhir.

Penelitian Susipta terhadap 180 responden pengguna layanan digital berusia 18-40 tahun menemukan bahwa 62% responden mengaku pernah mengalami setidaknya satu bentuk dark patterns. Bentuk yang paling sering ditemui dalam penelitian adalah biaya tersembunyi dan penghitung waktu yang memberi kesan penawaran terbatas.



Simak Video "Video Komisi VII DPR Bakal Panggil BPKN-Kemenpar Bahas Konser yang Bermasalah"


(astj/astj)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork