Kadaluarsa Makanan Kemasan, Kenapa Masih Banyak yang Keliru?

Hafi - detikSumut
Selasa, 27 Okt 2026 11:20 WIB
Ilustrasi pengecekan kadaluarsa makanan kemasan (Foto: Rifkianto Nugroho)
Medan -

Saat membeli makanan kemasan, tanggal pada label menjadi salah satu informasi yang sering diperiksa. Namun, tidak semua orang memahami arti keterangan itu.

Sebagian konsumen menganggap makanan yang melewati tanggal pada kemasan pasti sudah tidak aman dikonsumsi. Padahal, istilah pada label pangan dapat memiliki makna berbeda, bergantung pada ketentuan yang digunakan.

Memahami perbedaannya penting agar konsumen tidak keliru menilai keamanan makanan sekaligus menghindari kebiasaan membuang pangan yang sebenarnya masih layak.

Apa Itu Best Before dan Expired Date?

Best before umumnya menunjukkan batas waktu suatu produk mempertahankan kualitas terbaiknya, seperti rasa, tekstur, aroma, atau warna, selama disimpan sesuai petunjuk produsen. Setelah tanggal, kualitas produk mungkin menurun, tetapi hal itu tidak otomatis berarti produk langsung tidak aman dikonsumsi.

Sementara itu, istilah seperti use by digunakan untuk pangan tertentu yang memiliki batas konsumsi berkaitan dengan keamanan. Setelah melewati tanggal, produk tidak dianjurkan untuk dikonsumsi sesuai ketentuan yang berlaku.

Perbedaan ini dijelaskan dalam penelitian Dorota Zielińska dan rekan-rekannya yang terbit pada 2020 di jurnal International Journal of Environmental Research and Public Health. Penelitian membahas pemahaman konsumen terhadap label best before serta pengujian kualitas sejumlah pangan setelah melewati tanggal yang tercantum pada kemasan.

Mengapa Masyarakat Masih Sering Keliru?

Salah satu penyebabnya adalah penggunaan istilah yang beragam pada label pangan. Konsumen dapat menemukan istilah best before, use by, atau expired date, tetapi belum tentu memahami perbedaan maknanya.

Penelitian Dyah Setyowati dan Lies Sugiarti yang diterbitkan dalam jurnal Eruditio 2022 mengkaji pemahaman masyarakat Indonesia terhadap keterangan kedaluwarsa. Dari 231 responden, sebanyak 115 orang atau 49,8% belum dapat membedakan berbagai istilah keterangan kedaluwarsa.

Penelitian juga menjelaskan ketentuan pelabelan di berbagai negara tidak seragam. Sejumlah negara memisahkan keterangan berdasarkan keamanan dan mutu pangan, sedangkan negara lain menggunakan beberapa istilah tanpa pemisahan yang sama. Perbedaan dapat menambah kebingungan konsumen ketika membaca label produk.



Simak Video "Video: Kementerian Lingkungan Hidup Bicara Potensi Food Waste Makan Gratis"


(astj/astj)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork