Diskon 50% Terlihat Menggiurkan, Kenali Fenomena Anchoring Effect

Diskon 50% Terlihat Menggiurkan, Kenali Fenomena Anchoring Effect

Hafizna Irasa Hasibuan - detikSumut
Senin, 26 Okt 2026 12:31 WIB
Jakarta Premium Outlet (JPO) resmi dibuka, Jumat (18/7). Tak kurang dari 150 tenant hadir dalam pameran ini.JPO menjajalkan beragam brand terkenal dengan harga diskon. Ada apa aja ya?
Foto: Redaksi 20Detik
Medan -

Label diskon 50% sering membuat konsumen tertarik membeli barang, baik saat berbelanja langsung di toko ataupun belanja online. Harga yang semula terlihat mahal mendadak terasa lebih terjangkau setelah dibandingkan dengan harga yang dicoret.

Namun, pernahkah terpikir mengapa potongan harga tersebut bisa membuat suatu barang terlihat lebih menguntungkan? Salah satu penjelasannya berkaitan dengan fenomena psikologi konsumen yang disebut anchoring effect.

Apa Itu Anchoring Effect?

Anchoring effect merupakan kecenderungan seseorang menggunakan informasi awal sebagai patokan ketika membuat penilaian atau mengambil keputusan. Dalam konteks belanja, harga awal yang ditampilkan dapat menjadi acuan bagi konsumen untuk menilai harga setelah diskon.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Misalnya, sebuah tas ditampilkan dengan harga awal Rp 400.000 dan harga promo Rp 200.000. Konsumen dapat langsung merasa mendapatkan keuntungan sebesar Rp 200.000 karena melihat perbedaan kedua harga.

Padahal, besarnya penghematan yang dirasakan belum tentu mencerminkan nilai barang yang sebenarnya. Konsumen tetap perlu mempertimbangkan kualitas, harga pasaran, dan manfaat produk sebelum memutuskan membeli.

ADVERTISEMENT

Mengapa Diskon Terlihat Menggiurkan?

Harga awal dapat menjadi semacam jangkar dalam pikiran konsumen. Ketika perhatian lebih tertuju pada besarnya potongan harga, pertimbangan mengenai kebutuhan, kualitas, dan kewajaran harga barang bisa menjadi kurang dominan.

Tampilan harga coret dan persentase diskon juga membuat perbedaan antara harga awal dan harga promo terlihat jelas. Jika penawaran disertai batas waktu atau keterangan stok terbatas, konsumen dapat merasa perlu segera mengambil keputusan sebelum kesempatan berakhir.

Meski demikian, bukan berarti setiap diskon merupakan jebakan. Harga promo bisa benar-benar menguntungkan apabila potongannya nyata dan produk tersebut sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Apa Kata Penelitian Tentang Diskon?

Penelitian Sintya Enjel dan rekannya yang diterbitkan dalam Jurnal Ekonomi Manajemen Akuntansi 2025 mengkaji pengaruh diskon dan cashback terhadap keputusan pembelian konsumen di Shopee.

Penelitian kuantitatif, melibatkan 100 pengguna aktif Shopee. Hasilnya menunjukkan diskon dan cashback berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian responden. Temuan ini memperlihatkan bahwa promosi harga dapat menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan keputusan konsumen untuk berbelanja.

Sementara itu, penelitian Devita Ainus dan rekannya yang diterbitkan dalam Journal of Artificial Intelligence and Digital Business 2026 membahas anchoring price dan voucher diskon pada konsumen TikTok Shop.

Studi yang melibatkan 105 responden, menemukan kedua strategi promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dalam sampel penelitian. Anchoring price berkaitan dengan cara konsumen menilai harga aktual berdasarkan harga referensi yang ditampilkan, sedangkan voucher memberikan potongan harga yang dirasakan sebagai keuntungan.

Cara Agar Tidak Terkecoh Diskon

Agar tidak mengambil keputusan hanya karena melihat besarnya potongan harga, konsumen dapat melakukan beberapa langkah sederhana. Pertama, bandingkan harga barang serupa di beberapa toko atau platform untuk mengetahui apakah harga promo memang kompetitif.

Kedua, periksa spesifikasi, kualitas, ukuran, dan manfaat produk. Untuk barang yang dijual dalam kemasan berbeda, harga per satuan, seperti per gram atau per mililiter, dapat membantu menentukan pilihan yang lebih hemat.

Ketiga, pertimbangkan kembali apakah barang tersebut memang dibutuhkan. Diskon yang besar tidak selalu berarti penghematan apabila barang yang dibeli sebenarnya tidak diperlukan.

Konsumen juga dapat memeriksa ketentuan promosi, termasuk minimum pembelian, biaya pengiriman, dan syarat penggunaan voucher. Dengan begitu, penilaian terhadap penawaran tidak hanya didasarkan pada angka diskon yang ditampilkan.

Pada akhirnya, diskon 50 persen memang dapat menjadi kesempatan untuk berhemat apabila harga dan kualitas barang sesuai. Namun, besarnya potongan harga bukan satu-satunya ukuran sebuah penawaran yang menguntungkan. Dengan memahami anchoring effect, konsumen dapat lebih cermat membedakan antara barang yang benar-benar layak dibeli dan penawaran yang hanya terlihat menarik pada label harganya.

Artikel ditulis Hafizna Irasa Hasibuan, peserta maganghub Kemnaker di detikcom

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Penelusuran Eksklusif Jelang Puncak Hari Belanja Online (HARBOLNAS) 2025"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads