Minum Teh Bisa Bantu Jaga Kesehatan Jantung, Perhatikan 4 Hal Ini!

Minum Teh Bisa Bantu Jaga Kesehatan Jantung, Perhatikan 4 Hal Ini!

Sarah Oktaviani Alam - detikSumut
Minggu, 25 Okt 2026 07:00 WIB
Ilustrasi minum teh.
Foto: Getty Images/Jerome Tisne
Medan -

Teh menjadi salah satu minuman yang banyak dikonsumsi sehari-hari, baik untuk menemani waktu bersantai maupun sebagai pelengkap sarapan. Di balik rasanya yang menenangkan, teh mengandung senyawa antioksidan, seperti polifenol dan flavonoid, yang berpotensi mendukung kesehatan jantung.

Sejumlah penelitian juga mengaitkan konsumsi teh dengan manfaat bagi kesehatan pembuluh darah, meskipun hasilnya dapat berbeda bergantung pada jenis teh, pola konsumsi, dan kondisi kesehatan seseorang. Meski demikian, manfaat teh bagi jantung tidak hanya ditentukan oleh seberapa sering seseorang meminumnya.

Cara penyajian, tambahan gula, jumlah yang dikonsumsi, serta waktu minum juga patut diperhatikan. Teh yang terlalu banyak diberi gula, misalnya, dapat menambah asupan kalori dan berpotensi berdampak kurang baik jika dikonsumsi berlebihan dalam jangka panjang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip detikHealth, demi mendapatkan manfaat optimal untuk kesehatan jantung, berikut beberapa panduan cara minum teh yang benar disarankan pakar kesehatan dari George Washington University, Dr Leana Wen. Apa saja?

Sederet Hal yang Perlu Diperhatikan saat Minum Teh

ADVERTISEMENT


1. Hindari Minum Teh Saat 'Sangat Panas'

Banyak orang gemar menyeruput teh saat masih mendidih atau sangat panas. Padahal, kebiasaan ini justru berbahaya.

Studi menunjukkan orang yang rutin minum teh pada suhu burning hot atau melepuh, memiliki risiko penyakit pembuluh darah 16 persen lebih tinggi dibanding mereka yang tidak rutin minum teh.

"Secara praktis, hindari minum teh yang cukup panas hingga membakar mulut atau tenggorokan. Konsumsi minuman sangat panas secara berulang juga dikaitkan dengan risiko kanker esofagus," terang Dr Wen, dikutip dari CNN.

Disarankan untuk membiarkan teh hingga hangat atau agak dingin sebelum diseruput.

2. Pilih Kepekatan Sedang (Moderate-Strength)

Cara menyeduh juga memegang peranan penting. Riset menemukan bahwa teh yang diseduh dengan kepekatan sedang lebih konsisten, memberikan perlindungan bagi jantung dibandingkan teh yang diseduh terlalu pekat.

Baik teh hitam maupun teh hijau sama-sama mengandung polifenol dan flavonoid, yang berfungsi merilekskan pembuluh darah serta menurunkan tekanan darah.

3. Hindari Penggunaan Gula Tambahan

Manfaat teh bagi jantung bisa berkurang drastis jika ditambahi pemanis secara berlebihan. Mengonsumsi teh tanpa gula (unsweetened tea) merupakan opsi terbaik untuk menggantikan minuman bersoda atau kemasan manis.

Hal ini membantu mengontrol berat badan sekaligus menekan risiko gangguan metabolisme pemicu penyakit jantung.

4. Perhatikan Batas Asupan Kafein

Meski responden yang minum teh 6-8 cangkir sehari menunjukkan risiko vaskular terendah dalam studi tersebut, para ahli meminta masyarakat tidak menelan mentah-mentah angka tersebut sebagai acuan mutlak.

Teh tetap mengandung kafein yang jika dikonsumsi berlebihan bisa memicu kecemasan, gangguan tidur, hingga jantung berdebar (palpitasi). Batas aman konsumsi kafein harian bagi orang dewasa umumnya berada di kisaran 400 mg per hari.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Saat Kopi Jadi Tren, Masih Adakah Masa Depan Teh Jawa Barat?"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads