Mengenal Istilah Coffe Nap, Minum Kopi Sebelum Tidur Siang dan Manfaatnya

Mengenal Istilah Coffe Nap, Minum Kopi Sebelum Tidur Siang dan Manfaatnya

Riska Fitria - detikSumut
Minggu, 25 Okt 2026 08:31 WIB
Ilustrasi minum kopi
Foto: iStock
Medan -

Pernah membayangkan minum kopi sebelum tidur siang justru bisa membantu tubuh terasa lebih segar saat bangun. Kebiasaan yang dikenal dengan istilah coffee nap ini menggabungkan konsumsi kopi dengan tidur singkat untuk membantu mengurangi rasa kantuk dan meningkatkan kewaspadaan.

Meski terdengar tidak biasa, metode ini menarik perhatian karena memanfaatkan efek kafein dan manfaat tidur siang dalam satu rutinitas. Secara sederhana, coffee nap dilakukan dengan meminum kopi sebelum tidur siang singkat, biasanya sekitar 15-20 menit.

Cara ini didasarkan pada proses penyerapan kafein yang membutuhkan waktu, sehingga efeknya berpotensi mulai terasa ketika seseorang bangun dari tidurnya. Namun, hasilnya dapat berbeda pada setiap orang, bergantung pada sensitivitas terhadap kafein, kondisi tubuh, dan kualitas tidur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Itu Coffee Nap?

Dikutip detikFood Coffee nap bekerja dengan memanfaatkan kafein dan adenosin, senyawa dalam tubuh yang berperan dalam mengatur rasa kantuk. Semakin lama terjaga, sinyal adenosin ikut meningkatkan dorongan untuk tidur.

Karla J. Thompson, RPSGT, CCSH, teknolog polisomnografi terdaftar dan edukator kesehatan tidur bersertifikat, menjelaskan bahwa kafein menghambat kerja adenosin pada reseptornya. Efek ini membantu seseorang merasa lebih terjaga untuk sementara waktu.

ADVERTISEMENT

Menurut Thompson, kafein umumnya mulai terasa dalam 15-45 menit. Karena itu, minum kopi tepat sebelum tidur selama 15-20 menit dapat membuat efek kafein mulai bekerja saat seseorang bangun.

Tidur Singkat Bisa Bantu Tingkatkan Fokus

Tidur siang singkat selama 10-20 menit dapat membantu meningkatkan kewaspadaan, perhatian, dan kecepatan reaksi. Ketika dipadukan dengan kopi, metode ini berpotensi membantu mengatasi kantuk pada siang hari.

Thompson menyarankan orang dewasa membatasi tidur siang hingga maksimal 20 menit jika ingin kembali segar dengan cepat. Durasi ini membantu mengurangi kemungkinan terbangun dari tahap tidur yang lebih dalam.

Tidur siang terlalu lama bisa memicu sleep inertia, yaitu kondisi linglung dan mengantuk setelah bangun. Akibatnya, tubuh justru terasa kurang segar meski sudah tidur sejenak.


Waktu Terbaik Minum Kopi Sebelum Tidur

Waktu yang disarankan untuk mencoba coffee nap adalah awal siang, sekitar pukul 13.00-14.00. Menurut Thompson, melakukannya setelah pukul 15.00 berisiko mengganggu tidur pada malam hari.

Kafein memiliki waktu paruh sekitar 5-6 jam, sehingga sebagian zat tersebut masih berada dalam tubuh hingga malam. Karena itu, Thompson menyarankan untuk berhenti mengonsumsi kafein 6-8 jam sebelum waktu tidur.

Carleara Weiss, PhD, MSH, RN, penasihat ilmu tidur di Aeroflow Sleep, umumnya merekomendasikan sekitar 200 miligram kafein.

Jumlah ini kira-kira setara dengan satu cangkir kopi seduh, tetapi kandungan sebenarnya bergantung pada jenis dan cara penyeduhan kopi.

Coffee Nap Tidak Bisa Menggantikan Tidur Malam

Merasa lebih segar setelah coffee nap bukan berarti tubuh sudah mendapatkan istirahat yang cukup.

Tidur berkualitas tetap diperlukan untuk memperbaiki jaringan, mendukung sistem kekebalan, dan membantu mengatur hormon.

Thompson mengingatkan bahwa kurang tidur kronis dapat memengaruhi perhatian, ingatan, emosi, hingga kemampuan mengambil keputusan.

Seseorang juga bisa mengalami gangguan fungsi tubuh meski merasa tetap bugar setelah mengonsumsi kafein.

Lauri Leadley, CCSH, RPSGT, edukator klinis tidur sekaligus pendiri dan presiden Valley Sleep Center, menjelaskan bahwa kualitas istirahat dipengaruhi durasi tidur dan siklus tidur.

Kebanyakan orang dewasa umumnya melewati empat hingga lima siklus tidur setiap malam, dengan durasi tiap siklus yang bervariasi.

Tak Semua Orang Cocok dengan Coffe Nap

Coffee nap bisa menjadi pilihan untuk mengatasi kantuk sesekali, terutama bagi pekerja sif dan mahasiswa. Namun, metode ini tidak cocok untuk semua orang karena efek kafein terhadap tubuh bisa berbeda-beda.

Weiss mengingatkan bahwa orang dengan insomnia atau gangguan tidur yang belum terdiagnosis sebaiknya berhati-hati. Kafein juga dapat memperburuk kecemasan pada orang yang rentan terhadap efek stimulan.

Ibu hamil perlu membatasi asupan kafein sesuai anjuran tenaga kesehatan, bukan langsung menghindarinya tanpa mempertimbangkan batas yang dianjurkan.

Jika kantuk berlebihan muncul setiap hari hingga mengganggu aktivitas, konsultasi dengan dokter dapat membantu mencari penyebabnya.

Pada akhirnya, coffee nap dapat membantu meningkatkan kewaspadaan untuk sementara, tetapi bukan solusi untuk kurang tidur. Memenuhi kebutuhan tidur malam tetap menjadi langkah utama agar tubuh terasa segar dan berfungsi optimal.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video: Bukan Tanda Tidur Nyenyak, Ngorok Bisa Jadi 'Bahaya' "
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads