Raja Charles Kutip Hadis Nabi Muhammad SAW saat Sambut Sultan Oman di Inggris

Internasional

Raja Charles Kutip Hadis Nabi Muhammad SAW saat Sambut Sultan Oman di Inggris

Eva Safitri - detikSumut
Kamis, 22 Okt 2026 09:01 WIB
The Sultan of Oman, Sultan Haitham bin Tariq al Said, and Britains King Charles attend the state banquet for the Sultan of Oman, at Windsor Castle, in Windsor, Britain, October 20, 2026.    Jordan Pettitt/Pool via REUTERS
Foto: via REUTERS/Jordan Pettitt
Jakarta -

Raja Charles mengutip hadis Nabi Muhammad SAW saat menggelar jamuan makan kenegaraan untuk menyambut Sultan Oman Haitham bin Tarik di Kastil Windsor, Inggris. Hadis yang dibacakan dalam bahasa Arab itu menyinggung keramahan dan akhlak mulia masyarakat Oman.

Dilansir detikNews dari Roya News, Rabu (21/10/2026), Raja Charles menyampaikan hadis tersebut di hadapan sekitar 160 tamu undangan. Hadis yang dikutip berbunyi: "Jika engkau datang kepada penduduk Oman, mereka tidak akan mencaci maki engkau dan tidak pula memukuli engkau."

Raja Charles menilai hadis tersebut menggambarkan karakter luhur serta sikap toleran yang telah menjadi bagian dari masyarakat Oman sejak lama. Hal itu disampaikan dalam pidatonya yang turut mengapresiasi peran diplomatik Kesultanan Oman dalam mendorong perdamaian di berbagai wilayah Timur Tengah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kunjungan kenegaraan Sultan Haitham selama tiga hari tersebut menjadi kunjungan pertama seorang sultan Oman ke Inggris dalam kurun waktu lebih dari empat dekade. Dalam jamuan itu, Raja Charles juga menyoroti eratnya hubungan diplomatik, sejarah, dan militer antara Inggris dan Oman.

Secara khusus, Raja Charles memberikan apresiasi terhadap kebijakan "netralitas konstruktif" Oman yang menjadikan negara tersebut sebagai mediator tepercaya dalam berbagai konflik regional. Ia juga menyinggung langkah Oman dalam meredakan ketegangan antara Washington dan Teheran, sekaligus menjaga kelancaran pelayaran di Selat Hormuz yang memiliki posisi strategis.

ADVERTISEMENT

"Di saat konflik kembali melanda kawasan ini dengan begitu menyakitkan, saya ingin secara khusus mengakui komitmen teguh Oman sebagai pihak penengah yang dipercaya oleh semua pihak," ujarnya dilansir AFP.

"Peran Oman di seluruh kawasan Teluk dan 'netralitas konstruktifnya', seperti yang Anda sebutkan, memiliki arti yang jauh melampaui Selat Hormuz, dan sangat layak mendapatkan penghormatan tertinggi dari kita," tambahnya.

Kunjungan tersebut berlangsung ketika situasi keamanan di Timur Tengah kembali bergejolak. Dalam kondisi itu, Oman memegang peranan penting sebagai mediator untuk membantu meredakan konflik dan menjaga stabilitas kawasan.

Selain menghadiri jamuan kenegaraan, Sultan Haitham dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Andy Burnham untuk membahas sejumlah isu bilateral. Pertemuan itu akan berfokus pada keamanan regional, perdagangan, serta peluang investasi bersama yang turut melibatkan para pemimpin senior perusahaan dari kedua negara.



(afb/afb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads