Saat melamar pekerjaan, CV atau curriculum vitae menjadi salah satu dokumen penting yang dapat menentukan kesan pertama perekrut terhadap kandidat. Namun, di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat, pencari kerja kerap dihadapkan pada dua pilihan, yakni CV ATS yang dirancang agar mudah dibaca sistem pelacakan pelamar dan CV kreatif yang mengutamakan tampilan visual.
CV ATS umumnya menggunakan format sederhana dengan struktur yang rapi agar informasi penting, seperti pengalaman kerja, pendidikan, dan keterampilan, dapat terbaca oleh sistem rekrutmen. Sementara itu, CV kreatif mengandalkan desain visual, pemilihan warna, serta tata letak yang menarik untuk menonjolkan karakter dan kreativitas pelamar.
Perbedaan ini membuat banyak pencari kerja bertanya-tanya, format CV mana yang sebenarnya lebih disukai oleh HRD? Jawabannya bergantung pada jenis pekerjaan, kebutuhan perusahaan, dan proses seleksi yang digunakan oleh perekrut.
Untuk posisi yang menuntut kreativitas visual, CV kreatif dapat menjadi nilai tambah, sedangkan CV ATS cenderung lebih praktis untuk proses rekrutmen yang menggunakan sistem penyaringan otomatis. Lantas, apa saja perbedaan keduanya dan bagaimana cara menentukan CV yang tepat agar peluang dilirik HRD semakin besar?
Perbedaan CV ATS dan CV Kreatif
1. CV ATS
ATS merupakan singkatan dari applicant tracking system, yaitu sistem yang digunakan perusahaan untuk membantu mengelola lamaran kerja. Sistem ini dapat membantu proses pengumpulan dan penyaringan informasi pelamar, bergantung pada perangkat lunak serta pengaturan yang digunakan perusahaan.
CV yang ramah ATS biasanya menggunakan struktur sederhana, judul bagian yang jelas, serta teks yang mudah dibaca. Informasi seperti pendidikan, pengalaman, dan keterampilan disusun secara teratur agar lebih mudah dikenali.
Dikutip dari UC Berkeley Career Engagement, penggunaan format standar, judul bagian yang umum, serta tata letak yang tidak terlalu rumit sangat disarankan untuk membantu CV terbaca oleh sistem.
2. CV Kreatif
CV kreatif menggunakan unsur desain untuk menyampaikan informasi, misalnya melalui warna, tipografi, ilustrasi, atau tata letak yang berbeda. Format ini dapat mendukung pelamar di bidang yang membutuhkan kemampuan visual, seperti desain grafis atau pekerjaan kreatif lainnya.
Meski demikian, tampilan yang menarik bukan satu-satunya pertimbangan. Informasi utama tetap harus mudah ditemukan dan dibaca, sementara desain sebaiknya mendukung isi CV, bukan membuatnya sulit dipahami.
Pelamar di bidang kreatif juga dapat menggunakan portofolio untuk menunjukkan hasil karya secara lebih lengkap. CV dan portofolio memiliki fungsi berbeda, sehingga keduanya dapat saling melengkapi jika diminta dalam proses rekrutmen.
Simak Video "Video: Pria Ini Semangat Cari Kerja di Job Fair Ditemani Istri dan Anak"
(astj/astj)