CV ATS vs CV Kreatif, Mana yang Lebih Dilirik HRD?

CV ATS vs CV Kreatif, Mana yang Lebih Dilirik HRD?

Muhammad Fikri Haikal Saragih - detikSumut
Rabu, 21 Okt 2026 23:00 WIB
Professional woman seen from behind updating her curriculum or resume on the computer while applying for a new job
Foto: Getty Images/Antonio_Diaz
Medan -

Saat melamar pekerjaan, CV atau curriculum vitae menjadi salah satu dokumen penting yang dapat menentukan kesan pertama perekrut terhadap kandidat. Namun, di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat, pencari kerja kerap dihadapkan pada dua pilihan, yakni CV ATS yang dirancang agar mudah dibaca sistem pelacakan pelamar dan CV kreatif yang mengutamakan tampilan visual.

CV ATS umumnya menggunakan format sederhana dengan struktur yang rapi agar informasi penting, seperti pengalaman kerja, pendidikan, dan keterampilan, dapat terbaca oleh sistem rekrutmen. Sementara itu, CV kreatif mengandalkan desain visual, pemilihan warna, serta tata letak yang menarik untuk menonjolkan karakter dan kreativitas pelamar.

Perbedaan ini membuat banyak pencari kerja bertanya-tanya, format CV mana yang sebenarnya lebih disukai oleh HRD? Jawabannya bergantung pada jenis pekerjaan, kebutuhan perusahaan, dan proses seleksi yang digunakan oleh perekrut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk posisi yang menuntut kreativitas visual, CV kreatif dapat menjadi nilai tambah, sedangkan CV ATS cenderung lebih praktis untuk proses rekrutmen yang menggunakan sistem penyaringan otomatis. Lantas, apa saja perbedaan keduanya dan bagaimana cara menentukan CV yang tepat agar peluang dilirik HRD semakin besar?

Perbedaan CV ATS dan CV Kreatif

1. CV ATS

ATS merupakan singkatan dari applicant tracking system, yaitu sistem yang digunakan perusahaan untuk membantu mengelola lamaran kerja. Sistem ini dapat membantu proses pengumpulan dan penyaringan informasi pelamar, bergantung pada perangkat lunak serta pengaturan yang digunakan perusahaan.

ADVERTISEMENT

CV yang ramah ATS biasanya menggunakan struktur sederhana, judul bagian yang jelas, serta teks yang mudah dibaca. Informasi seperti pendidikan, pengalaman, dan keterampilan disusun secara teratur agar lebih mudah dikenali.

Dikutip dari UC Berkeley Career Engagement, penggunaan format standar, judul bagian yang umum, serta tata letak yang tidak terlalu rumit sangat disarankan untuk membantu CV terbaca oleh sistem.

2. CV Kreatif

CV kreatif menggunakan unsur desain untuk menyampaikan informasi, misalnya melalui warna, tipografi, ilustrasi, atau tata letak yang berbeda. Format ini dapat mendukung pelamar di bidang yang membutuhkan kemampuan visual, seperti desain grafis atau pekerjaan kreatif lainnya.

Meski demikian, tampilan yang menarik bukan satu-satunya pertimbangan. Informasi utama tetap harus mudah ditemukan dan dibaca, sementara desain sebaiknya mendukung isi CV, bukan membuatnya sulit dipahami.

Pelamar di bidang kreatif juga dapat menggunakan portofolio untuk menunjukkan hasil karya secara lebih lengkap. CV dan portofolio memiliki fungsi berbeda, sehingga keduanya dapat saling melengkapi jika diminta dalam proses rekrutmen.

Kapan Sebaiknya Menggunakan CV ATS da CV Kreatif

CV ATS dapat menjadi pilihan praktis untuk banyak jenis lowongan, terutama ketika pelamar mengirimkan berkas melalui sistem rekrutmen daring. Susunan yang jelas membantu informasi pendidikan, pengalaman, dan keterampilan terlihat tanpa harus mengandalkan elemen visual.

Sementara itu, CV kreatif bisa dipertimbangkan ketika desain merupakan bagian penting dari bidang pekerjaan atau ketika perusahaan memang mengharapkan contoh kemampuan visual pelamar. Namun, tetap perlu memeriksa ketentuan format CV dari perusahaan.

Kemampuan setiap sistem berbeda, dan proses seleksi perusahaan juga tidak selalu sama. Karena itu, detikers sebaiknya memperhatikan instruksi pada lowongan yang dituju.

Hal yang Perlu Diperhatikan saat Membuat CV

Apa pun formatnya, CV sebaiknya memiliki susunan yang konsisten dan mudah dipindai. Gunakan judul bagian yang jelas, seperti pendidikan, pengalaman, proyek, dan keterampilan, serta hindari penggunaan elemen yang membuat teks sulit dibaca.

Jika melamar melalui situs rekrutmen, periksa kembali format berkas yang diminta. Jangan langsung mengirim CV dalam format PDF jika perusahaan meminta dokumen Word, atau sebaliknya.

detikers juga dapat menyesuaikan isi CV dengan persyaratan pekerjaan. Jika lowongan membutuhkan kemampuan menulis, misalnya, tampilkan pengalaman menulis atau proyek terkait secara jelas. Gunakan kata kunci yang relevan secara wajar, bukan sekadar mengulang istilah dari iklan lowongan.

Melansir dari UC Davis Career Center menyarankan pelamar menyesuaikan isi CV dengan posisi yang dituju, menggunakan judul bagian yang jelas, serta mencantumkan kata kunci yang relevan dari deskripsi pekerjaan. Langkah ini membantu pelamar menyajikan kualifikasi secara lebih terarah.

Jadi, detikers dapat memilih format sederhana atau kreatif sesuai kebutuhan, selama isi CV jelas, mudah dibaca, dan menunjukkan kualifikasi yang sesuai dengan posisi yang dilamar.

Artikel ditulis Muhammad Fikri Haikal Saragih, peserta Maganghub Kemnaker di detikcom

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Pria Ini Semangat Cari Kerja di Job Fair Ditemani Istri dan Anak"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads