Cara Membuat CV yang Baik dan Benar agar Dilirik HRD, Lengkap Contohnya

Cara Membuat CV yang Baik dan Benar agar Dilirik HRD, Lengkap Contohnya

Yadinda Mahardika Darwis Putri - detikSulsel
Minggu, 04 Okt 2026 23:00 WIB
Ilustrasi laptop
Ilustrasi cara membuat CV (Foto: Getty Images/iStockphoto/Poike)
Makassar -

Curriculum Vitae (CV) merupakan salah satu dokumen wajib yang perlu dilampirkan ketika seseorang hendak melamar pekerjaan. Dokumen ini menjadi senjata utama bagi pelamar untuk menunjukkan kesesuaian pengalaman dan kualifikasi posisi yang ingin dilamar.

CV yang baik tidak hanya dilihat dari segi estetika, tetapi juga dari kelengkapan informasi, struktur yang jelas, dan kemudahan untuk dibaca. Dengan memahami struktur penulisan CV yang baik dan benar, peluang detikers untuk dilirik HRD semakin besar.

Jika CV tidak menarik, peluang untuk melewati tahap screening CV oleh HRD semakin kecil. Banyak dari pelamar kerja yang gugur sejak tahap awal bukan karena mereka tidak kompeten, tapi CV yang disusun tidak mampu menggambarkan kompetensi yang mereka miliki.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai panduan untuk detikers, berikut ini detikSulsel telah merangkum panduan cara membuat CV yang baik dan benar agar peluang dilirik HRD semakin besar. Simak selengkapnya!

Cara Membuat CV yang Baik dan Benar

Mengutip dari buku berjudul 30 Hari Mencari Kerja yang ditulis oleh M. Hariwijaya, Curriculum Vitae atau CV adalah uraian diri seseorang mengenai pengetahuan, keterampilan, dan wawasan yang dimiliki. CV juga bisa berisi biodata pemilik kerja, riwayat pendidikan formal dan non formal, serta pengalaman kerja (jika ada).

ADVERTISEMENT

Berikut 6 tips penting yang harus diperhatikan dalam menyusun CV agar lebih mudah dilirik HRD:

1. Cantumkan Informasi Pribadi yang Penting

Mengutip dari laman Career Center Unesa, bagian paling awal CV biasanya berisi nama dan informasi kontak. Cukup masukkan nomor telepon, email yang masih aktif, lokasi tempat tinggal dan foto (opsional).

Tidak semua informasi pribadi perlu dicantumkan. Nomor KTP, agama, atau data lain yang tidak berhubungan dengan pekerjaan biasanya tidak diperlukan.

2. Buat Profil Singkat yang Relevan

Profil singkat bisa membantu rekruter mendapatkan gambaran tentang pelamar sebelum membaca bagian CV yang lain. Bagian ini tidak perlu panjang, dua atau tiga kalimat sudah cukup.

Profil singkat ini biasanya diisi dengan latar belakang pendidikan atau pengalaman, kemampuan yang relevan, dan bidang pekerjaan yang sedang diincar.

Apabila ingin melamar sebagai staf administrasi, kemampuan yang bisa ditonjolkan yaitu mengelola dokumen, menggunakan Microsoft Office, mengatur jadwal, atau melakukan pekerjaan administrasi. Jika melamar sebagai guru, pengalaman mengajar bisa menjadi opsi untuk ditampilkan, kemampuan menyusun materi pembelajaran, atau pengalaman bekerja dengan siswa.

Hindari kalimat yang terlalu umum seperti "pekerja keras" atau "bertanggung jawab" dalam membuat profil singkat pada CV.

3. Jelaskan Kontribusi dalam Pengalaman Kerja, Organisasi, dan Capaian

Pada bagian ini, jangan sekadar menuliskan pengalaman pernah bekerja atau ikut organisasi di mana tanpa menjelaskannya. Rekruter juga perlu mengetahui apa yang telah dilakukan dan capaian apa saja yang didapat dari pengalaman tersebut.

Oleh karena itu, jangan hanya menulis nama perusahaan, jabatan, atau nama organisasi. Jelaskan secara spesifik tanggung jawab dan kontribusi yang detikers berikan.

Misalnya, daripada hanya menulis pengalaman kerja sebagai 'Staf Administrasi PT ABC', detikers bisa menjelaskan dengan lebih spesifik tanggung jawab seperti 'mengelola dokumen dan data administrasi perusahaan, membantu menyiapkan laporan dan kebutuhan kegiatan'.

Pada pengalaman berorganisasi, pelamar bisa menuliskan 'menjadi anggota Organisasi XYZ dengan berkontribusi menjadi panitia dalam beberapa kegiatan organisasi'.

Hal yang sama berlaku untuk pencapaian. Tidak perlu memasukkan semua penghargaan yang pernah didapatkan, pilih pencapaian yang memang relevan dan tuliskan dengan jelas.

Dengan begitu, rekruter tidak hanya tahu di mana detikers pernah bekerja atau berkegiatan, tetapi juga bisa melihat apa yang sebenarnya kontribusi yang berikan pada kegiatan tersebut.

4. Sesuaikan CV dengan Posisi yang Dilamar

Sebelum mengirim CV, bacalah terlebih dahulu posisi yang dibutuhkan dari lowongan tersebut. Dan tidak perlu menggunakan satu CV yang sama untuk semua lowongan. Setiap posisi biasanya membutuhkan kemampuan yang berbeda.

Apabila melamar sebagai staf Administrasi misalnya, pengalaman mengelola dokumen dan data bisa lebih ditonjolkan. Sementara untuk posisi customer service, pengalaman berkomunikasi dengan pelanggan mungkin lebih relevan.

Bukan berarti pengalaman lainnya harus dihapus. Pengalaman yang tidak berhubungan langsung tetap bisa dimasukkan selama ada kemampuan yang bisa mendukung pekerjaan tersebut.

Yang perlu dihindari adalah membuat CV terlalu penuh dengan informasi yang sebenarnya tidak membantu rekruter melihat kecocokan pelamar dengan posisi yang sedang dibuka.

5. Masukkan Hard dan Soft skill yang Dikuasai

Menurut pada penelitian "Soft Skill dan Hard Skill Terhadap Kinerja: Pengaruh dan Penerapan Karyawan" oleh Rilman Soft skill dan Hard skill adalah komplementer. Hard skill diibaratkan sebagai bahan dan soft skill adalah cara mengolahnya.

Jika diibaratkan makanan, suatu sajian bisa dikatakan enak jika seseorang punya bahan dan memiliki kemampuan untuk mengolahnya. Jadi hal utama yang perlu diperhatikan untuk membuat CV adalah memastikan hard dan soft skill yang dicantumkan sesuai.

Beberapa contoh hard yang bisa dicantumkan seperti kemampuan menggunakan Microsoft Word, Microsoft Excel, data entry, Canva. Adapun contoh soft skill yaitu public speaking, communication, time management, teamwork, problem solving, motivation skill, dan masih banyak lagi.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah memastikan skill yang dicantumkan tidak asal-asalan. Pasalnya, rekruter bisa saja menanyakan skill tersebut saat wawancara atau tes.

Jadi, lebih baik hanya memiliki beberapa hard dan soft skill yang benar-benar dikuasai daripada mencantumkan banyak skill yang sebenarnya belum dipahami.

6. Membuat CV Format ATS

Ada beberapa format CV yang bisa digunakan untuk melamar pekerjaan salah satunya yaitu CV format ATS. CV jenis ini adalah format resume yang dapat terbaca oleh perangkat lunak atau aplikasi Applicant Tracking System (ATS).

CV ATS disukai oleh HRD karena bisa mempercepat dalam perekrutan pelamar kerja. Maka dari itu, CV tidak perlu dibuat seperti poster dengan desain yang terlalu ramai yang justru bisa membuat informasi penting sulit ditemukan.

Dalam menulis CV, detikers juga perlu mempertimbangkan penggunaan font yang mudah dibaca. Selain itu pastikan struktur CV terlihat jelas dan beri jarak yang cukup antara satu bagian dengan bagian lainnya.

Apabila pengalaman kerja masih sedikit, CV satu halaman biasanya sudah cukup. Namun, jika pengalaman sudah lebih banyak dan semuanya relevan, dua halaman juga tidak masalah.

7. Cek Kembali Isi CV Sebelum Dikirim

Langkah terakhir yang perlu dilakukan sebelum mengirim CV adalah melakukan pengecekan akhir. Coba buka CV dari perangkat lain, lalu periksa apakah ada tulisan yang terpotong, ukuran font berubah, atau bagian tertentu terlihat berantakan.

Jika ada bagian yang masih berantakan atau tidak sesuai, pastikan semuanya sudah diperbaiki sebelum dikirim ke perusahaan tempat detikers melamar kerja.

Contoh CV Format ATS

Sebagai referensi untuk detikser, berikut ini contoh CV format ATS:

Nah, jadi bagaimana? detikers sudah siap mengirim CV terbaik kalian ke perusahaan impian? Semoga bermanfaat ya!



(urw/urw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads