Sejumlah daerah di Aceh direndam banjir saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur selama beberapa jam. Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah Dek Fadh menyebutkan banjir terjadi akibat sungai dalam keadaan dangkal pasca bencana akhir November 2025.
Dek Fadh menjelaskan, baru-baru ini empat kecamatan di Aceh Tenggara dilanda banjir sehingga menyebabkan 1.400 orang mengungsi. Tim gabungan saat ini disebut sedang melakukan normalisasi sungai.
"Ini akibat dangkalnya sungai. Ketika terjadi bencana hidrometeorologi kemarin sungai-sungai di Aceh menjadi dangkal semua. Tapi oleh pihak PUPR dan pihak Satgas Sungai ini terus bekerja," kata Dek Fadh kepada wartawan di Banda Aceh, Senin (19/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, pemerintah pusat ini saat ini sedang membangun puluhan sabo dam dan membersihkan sungai. Selain itu, Aceh juga sedang mewaspadai terjadi banjir selama musim penghujan.
"Saat ini kami memasuki rehabilitasi dan rekonstruksi. Hampir setahun perjalanan bencana di Aceh ini, Alhamdulillah saat ini pembangunan terus berjalan," ujarmya.
Dek Fadh menjelaskan, 443 jembatan rusak akibat bencana pada 25 November 2025 namun 290 di antaranya sudah selesai diperbaiki. Sementara 70 jembatan sedang dalam tahap pembangunan yang dilakukan satgas jembatan TNI.
Sementara untuk perumahan, pemerintah pusat disebut menargetkan pembangunan selesai dalam tahun 3 tahun. Dek Fadh juga menyinggung bencana membuat pertumbuhan ekonomi Aceh melambat.
"Karena ini akibat konektivitas di daerah tengah karena masih banyak jembatan, jalan yang terputus, tapi saat ini walaupun sudah semuanya terkoneksi tapi itu baru sifat sementara," ungkapnya.
