Awal Musim Hujan 2026 Diprediksi Mundur

Awal Musim Hujan 2026 Diprediksi Mundur

Nafilah Sri Sagita K - detikSumut
Jumat, 16 Okt 2026 06:28 WIB
Ilustrasi Musim Hujan 2026/2027 Jogja
Foto: Pan Xiaozhen/Unsplash
Medan -

Awal musim hujan tahun 2026 diprediksi datang lebih lambat dari biasanya. Hal ini berpotensi membuat musim kemarau di sejumlah daerah berlangsung lebih Panjang.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan awal musim hujan akan terjadi secara bertahap. Sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada November 2026.

"Awal musim hujan 2026/2027 terjadi secara bertahap. Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi masuk musim hujan pada periode November 2026, yaitu sebanyak 185 zona musim atau 24,66 persen dari luas daratan Indonesia," katanya dikutip detikHealth.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Musim hujan diperkirakan meluas pada Desember 2026. BMKG mencatat sebanyak 266 zona musim atau mencakup 17,31% wilayah Indonesia akan mulai memasuki musim hujan pada periode tersebut.

Meski demikian, awal musim hujan tahun ini diprediksi lebih lambat dibandingkan kondisi normal berdasarkan periode 1991-2020.

ADVERTISEMENT

"Awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi datang lebih lambat atau mundur, yaitu terjadi di 529 zona musim atau 61,08 persen dari luas daratan Indonesia," kata Faisal.

Puncak Musim Hujan Berbeda-beda

BMKG juga memprediksi puncak musim hujan 2026/2027 tidak terjadi secara bersamaan. Puncaknya diperkirakan berlangsung mulai akhir 2026 hingga awal 2027.

Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami puncak musim hujan pada Desember 2026, yakni di 155 zona musim atau 36,94 persen dari luas daratan Indonesia.

Selanjutnya, puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Januari 2027 di 162 zona musim atau 25,68 persen dari luas daratan Indonesia. Sementara itu, sebanyak 190 zona musim atau 16,79 persen dari luas daratan Indonesia diprediksi mengalami puncak musim hujan pada Februari 2027.

Perbedaan waktu datangnya musim hujan dan puncaknya membuat setiap daerah perlu menyesuaikan persiapan dengan karakteristik musim masing-masing.

Faisal mengatakan, musim hujan juga membawa peluang yang dapat dimanfaatkan, terutama untuk mendukung sektor pertanian dan menjaga ketersediaan air.

"Perlu digarisbawahi bersama bahwa musim hujan juga menghadirkan berbagai peluang yang dapat dioptimalkan, seperti mendukung perluasan area tanam dan kesempatan untuk mengisi kembali kapasitas waduk serta bendungan yang sempat surut akibat musim kemarau panjang," tuturnya.

Halaman 3 dari 2


Simak Video "Video: Siap-siap! Puncak Kemarau Diprediksi pada Agustus dan Lebih Kering"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads