Gubsu Bobby Modifikasi Cuaca untuk Kurangi Asap di Sumut

Gubsu Bobby Modifikasi Cuaca untuk Kurangi Asap di Sumut

Nizar Aldi - detikSumut
Kamis, 15 Okt 2026 18:27 WIB
Gubsu Bobby Nasution saat sambutan di SMA Negeri 1 Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan (Nizar Aldi/detikSumut)
Foto: Gubsu Bobby Nasution saat sambutan di SMA Negeri 1 Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan (Nizar Aldi/detikSumut)
Medan -

Wilayah Sumut diselimuti kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) beberapa hari terakhir. Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution menyebutkan bakal melakukan modifikasi cuaca untuk mengurangi asap.

"Hari ini sampai besok kami juga sudah mencoba untuk modifikasi cuaca agar bisa menurunkan hujan di wilayah Sumatera Utara, hari ini kami coba di kawasan Danau Toba," kata Bobby Nasution di SMA Negeri 1 Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan, Kamis (15/10/2026).

Selain di kawasan Danau Toba, modifikasi cuaca juga bakal dilakukan di beberapa daerah. Hal itu dilakukan secara bertahap.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Besok untuk beberapa wilayah di Sumatera Utara agar kabut asap yang berasal dari Sumatera Utara (dikurangi), ini dilakukan secara bertahap," ucapnya.

Bobby menyebutkan telah berkomunikasi dengan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru terkait penggunaan dry ice untuk membuat asap naik ke atas. Sehingga tidak membahayakan masyarakat.

ADVERTISEMENT

"Tadi sudah komunikasi dengan Gubernur Sumatera Selatan yang hari ini juga sudah membuat dry ice mengangkat asapnya biar bisa naik, tidak berbahaya asapnya turun ke darat, melalui teknologi yang ada," sebutnya.

Metode dry ice disebut bakal digunakan jika modifikasi cuaca tidak berhasil menurunkan hujan. Langkah itu diambil untuk memastikan aktivitas masyarakat tidak terganggu akibat asap.

"Kalau besok upaya penurunan hujan di beberapa wilayah di Sumatera Utara berhasil, mungkin ada beberapa yang tidak berhasil, asapnya masih tinggi kami akan coba berbagai upaya memastikan asap yang ada di Sumatera Utara tidak mengganggu aktivitas sehari-hari kita semua," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, BMKG mendeteksi adanya sebaran asap yang masih menyelimuti Sumut hari ini. Kondisi ini mengakibatkan penurunan jarak pandang di sejumlah wilayah turun hingga 1 kilometer dan kualitas udara memburuk.

Berdasarkan data BBMKG Wilayah I Medan, Kamis (15/10/2026), jarak pandang di sejumlah wilayah Sumut berkisar 1-3 kilometer pada pukul 09.00 WIB. Pengamatan dilakukan melalui Stasiun Meteorologi Kualanamu, Stasiun Meteorologi Aek Godang, dan Stasiun Meteorologi Silangit.

Selain itu, kualitas udara di sejumlah wilayah Sumut berada dalam kategori sedang hingga tidak sehat.

"Berdasarkan pemantauan kondisi kualitas udara pada tanggal 15 Oktober 2026, kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Utara berada dalam kategori sedang hingga tidak sehat," ungkap Kepala BBMKG Wilayah I, Hendro Nugroho.

BBMKG Wilayah I Medan juga mendeteksi tiga titik panas (hotspot) kategori sedang di Sumut pada Rabu (14/10). Titik panas tersebut tersebar di wilayah Labuhanbatu dan Tapanuli Selatan.

Berdasarkan analisis angin permukaan pada Kamis pagi, angin bertiup dari arah timur hingga tenggara menuju barat laut hingga utara. Pola pergerakan angin tersebut mengindikasikan asap yang menyelimuti Sumut berpotensi berasal dari wilayah Sumatera bagian selatan dan Kalimantan.

"Namun demikian, penentuan sumber asal asap secara pasti memerlukan analisis lebih lanjut dengan mempertimbangkan dinamika atmosfer dan data pendukung lainnya," ujarnya.

BBMKG mengimbau masyarakat yang berada di wilayah dengan jarak pandang rendah akibat kabut dan asap agar berhati-hati saat berkendara.

"Masyarakat juga diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk dan menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan partikel asap," pungkasnya.



(niz/nkm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads