Awas 5 Hal Ini Bikin Ular Datangi Rumah

Awas 5 Hal Ini Bikin Ular Datangi Rumah

Danang Sugianto - detikSumut
Kamis, 15 Okt 2026 08:01 WIB
Ilustrasi Ular
Foto: David Clode/Unsplash
Jakarta -

Kemunculan ular di dalam rumah dapat membuat penghuni merasa panik. Reptil tersebut bisa mendatangi kawasan permukiman karena mencari makanan atau tempat yang aman untuk berlindung. Beberapa kondisi di lingkungan rumah juga dapat meningkatkan kemungkinan ular datang.

Mengutip Animal and Veterinary Service (AVS) Singapura, ular biasanya mencari lokasi yang aman untuk bersembunyi. Di sisi lain, pengelolaan sampah yang kurang baik dapat memicu munculnya tikus yang menjadi salah satu sumber makanan ular.

Hal serupa dijelaskan Minnesota Department of Natural Resources. Ular umumnya tertarik pada lingkungan yang menyediakan makanan sekaligus tempat berlindung. Oleh sebab itu, menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan tidak ada celah pada bangunan menjadi langkah penting untuk mencegah ular masuk ke rumah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu, kondisi apa saja di sekitar rumah yang berpotensi menarik ular?

1. Banyak Tikus di Sekitar Rumah

Tikus menjadi salah satu mangsa bagi berbagai jenis ular. Apabila lingkungan rumah menjadi tempat berkembang biaknya tikus, kemungkinan ular datang untuk mencari makanan pun dapat meningkat.

ADVERTISEMENT

Untuk mencegahnya, simpan bahan makanan di tempat tertutup dan segera bersihkan sisa makanan. Sampah juga perlu dibuang dengan benar. Selain itu, hindari area yang dapat dimanfaatkan tikus sebagai tempat bersarang, baik di dalam maupun di sekitar rumah.

2. Rumput Tinggi dan Tanaman Tidak Terawat

Halaman dengan rumput yang dibiarkan terlalu tinggi serta tanaman yang tumbuh lebat dapat menjadi lokasi persembunyian ular. Kondisi tersebut juga dapat menarik hewan-hewan kecil yang menjadi mangsa ular.

Rumput sebaiknya dipangkas secara rutin, sementara tanaman di sekitar rumah perlu dirapikan. Selain mengurangi lokasi persembunyian, halaman yang terawat akan membuat penghuni lebih mudah mengawasi kondisi sekitar rumah.

3. Tumpukan Barang, Kayu, atau Puing

Tumpukan barang di halaman, gudang, maupun sudut rumah dapat dimanfaatkan ular sebagai tempat berlindung. Tumpukan kayu, sisa material bangunan, dan puing yang jarang dipindahkan juga berpotensi menjadi tempat persembunyian hewan-hewan kecil yang merupakan mangsa ular.

Minnesota Department of Natural Resources merekomendasikan agar tempat-tempat yang dapat menjadi persembunyian hewan, termasuk tumpukan material dan puing, dikurangi di sekitar rumah.

Simpan barang secara teratur dan jangan membiarkan material menumpuk terlalu lama, khususnya di lokasi yang jarang diperiksa.

4. Ada Celah pada Dinding, Pintu, atau Fondasi

Lubang atau celah pada bagian rumah dapat menjadi akses bagi berbagai hewan untuk masuk, termasuk ular. Karena itu, periksa secara berkala bagian sekitar pipa, fondasi yang retak, hingga celah di bawah pintu.

Segera tutup lubang yang berpotensi menjadi jalur masuk hewan dan perbaiki bagian bangunan yang mengalami kerusakan. Namun, pastikan terlebih dahulu tidak ada ular yang bersembunyi sebelum menutup lubang atau memindahkan barang di lokasi yang dicurigai.

5. Rumah Berdekatan dengan Kebun atau Lahan Terbuka

Lokasi rumah yang berada dekat kebun, semak-semak, lahan kosong, atau kawasan dengan banyak tempat persembunyian dapat membuat penghuni lebih sering menemukan ular di sekitar rumah.

Meski begitu, rumah yang berada dekat lahan terbuka tidak serta-merta membuat ular masuk ke dalam bangunan. Risiko tersebut tetap dapat ditekan dengan menjaga halaman tetap rapi, mengendalikan populasi tikus, mengurangi tumpukan barang, serta menutup celah yang dapat menjadi akses masuk ular.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Ular Masuk Rumah?

Jika menemukan ular di dalam rumah, jangan berusaha menangkap, memukul, ataupun membunuhnya sendiri. Pertahankan jarak aman dan segera jauhkan anak-anak serta hewan peliharaan dari lokasi tersebut. Jika memungkinkan dan tetap aman, batasi akses menuju area tempat ular berada.

Selanjutnya, hubungi petugas pemadam kebakaran atau tim penyelamat satwa di wilayah setempat yang memiliki kemampuan untuk menangani ular.

Jangan mencoba menyentuh ular meskipun hewan tersebut terlihat tidak bergerak. Mengenali jenis ular sekaligus memastikan tingkat bahayanya tidak selalu mudah dilakukan, sehingga penanganan sebaiknya diserahkan kepada pihak yang memiliki keahlian.



(nkm/nkm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads