Jumlah kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Sumatera Utara (Sumut) mengalami kenaikan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah atau ruangan dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar karena kualitas udara menurun akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Kalau laporan kemarin ke kami ada kenaikan, tapi tidak dengan jumlah yang sangat signifikan," kata Sekretaris Dinkes Sumut Hamid Rijal Lubis saat dihubungi, Rabu (14/10/2026).
Hamid mengimbau warga untuk menegakkan perilaku hidup bersih dan sehat serta mengurangi aktivitas di luar rumah. Masyarakat diminta memakai masker jika harus beraktivitas di luar ruangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah atau gedung apabila tidak terlalu diperlukan karena kualitas udara kita sedang tidak baik, menggunakan alat pelindung diri kalaupun harus keluar rumah atau gedung minimal masker," ucapnya.
Masyarakat diminta untuk terus mengikuti perkembangan informasi kualitas udara. Jika mengalami gangguan kesehatan, masyarakat diimbau untuk segera ke fasilitas kesehatan (Faskes).
"Terus memonitor perkembangan kualitas lingkungan udara melalui saluran-saluran yang dipercaya, sama-sama melindungi kelompok rentan, memperbanyak minum air putih, kalau ada gangguan kesehatan maka kami imbau segera datang ke Faskes terdekat," tuturnya.
Untuk diketahui, sebaran asap masih menyelimuti hampir seluruh wilayah Sumatera Utara (Sumut) hari ini. Imbasnya jarak pandang mengalami penurunan hingga kualitas udara yang memburuk.
"Berdasarkan pantauan citra sebaran asap wilayah Sumatera pada tanggal 14 Oktober 2026 pukul 08.00 WIB, terdeteksi asap di seluruh wilayah Sumatera Utara," ungkap Kepala BBMKG Wilayah I Hendro Nugroho, Rabu (14/10).
Sementara itu, hasil pemantauan citra satelit pada Selasa (13/10) menunjukkan tidak terdapat titik panas atau hotspot di wilayah Sumut.
Meski tidak terdeteksi titik panas, Hendro menyebut jika jarak pandang di sejumlah wilayah mengalami penurunan.
Berdasarkan pengamatan Stasiun Meteorologi Aek Godang dan Stasiun Meteorologi Silangit pukul 10.00 WIB, jarak pandang berkisar 1-4 kilometer.
Selain itu, pemantauan kualitas udara menunjukkan konsentrasi PM2.5 berada pada kategori sedang hingga tidak sehat.
Seperti diketahui, PM2.5 merupakan partikel polutan berukuran sangat kecil yang dapat terhirup hingga ke saluran pernapasan.
Hendro mengimbau masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak kabut atau asap diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika udara berkabut atau jarak pandang menurun.
"Apabila memerlukan kegiatan di luar ruangan sebaiknya menggunakan masker yang sesuai," ucapnya.
Simak Video "Video: 46 Ribu Kasus ISPA Muncul di Kalimantan Selatan"
[Gambas:Video 20detik] (niz/dhm)
