Pemadaman listrik yang melanda Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), dikeluhkan warga. Listrik di wilayah itu disebut masih mengalami pemadaman bergilir, dengan durasi listrik mati mencapai belasan jam dan hanya menyala sekitar lima jam.
Seorang warga Tanjungpinang, Jasman mengatakan kondisi tersebut sudah berlangsung sejak Senin (12/10/2026). Menurutnya, hingga Rabu (14/10/2026), pemadaman listrik masih dirasakan masyarakat di Tanjungpinang dan Bintan.
"Digilir, belasan jam matinya. Hidupnya cuma lima jam," kata Jasman saat dihubungi, Rabu (14/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jasman menyebut kondisi tersebut cukup parah karena masyarakat harus menyesuaikan aktivitas sehari-hari dengan jadwal pemadaman listrik yang bergantian.
"Mau ngapa-ngapain susah gegara listrik ini," ujarnya.
Jasman menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, pemadaman bergilir terjadi karena sistem kelistrikan interkoneksi Batam-Bintan belum pulih sepenuhnya.
Akibatnya, pasokan daya listrik dari Batam ke Pulau Bintan belum dapat disalurkan secara normal. Untuk sementara, kebutuhan listrik di Pulau Bintan mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang memiliki kapasitas terbatas.
"Informasinya, sistem listrik interkoneksi Babin belum pulih, sehingga pasokan daya dari Batam ke Bintan belum sampai. Sementara untuk memenuhi kebutuhan listrik di Pulau Bintan pakai PLTD yang terbatas dayanya," ujarnya.
Jasman berharap pasokan listrik di Tanjungpinang dan Bintan segera pulih sehingga masyarakat tidak lagi mengalami pemadaman berkepanjangan.
"Kalau harapan kami ya cepat normal lagi listrik ini, biar bisa aktivitas," ujarnya.
Warga akhirnya membubarkan diri setelah ditemui perwakilan PLN.
Dalam unggahan di media sosialnya, PLN UP3 Tanjungpinang menjelaskan bahwa sistem kelistrikan di wilayahnya masih dalam tahap pemulihan.
"Saat ini, PLN Tanjungpinang masih menunggu pasokan listrik dari Batam yang masih dalam tahap pemulihan sistem untuk dapat disalurkan ke Pulau Bintan," kata Manajer UP3 Tanjungpinang, Rully Agus Widanarto, dalam keterangannya, Rabu (14/10/2026).
Rully menjelaskan, untuk sementara, PLN UP3 Tanjungpinang mengoperasikan PLTD di Air Raja guna memenuhi kebutuhan listrik warga. Namun, kapasitas pembangkit tersebut masih terbatas.
"Untuk menjaga pasokan listrik dalam kondisi darurat (emergency), PLN Tanjungpinang mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di kawasan Air Raja. Namun, pembangkit ini memiliki kapasitas terbatas dan hanya mampu menyuplai wilayah tertentu di sekitar zona tersebut, sehingga belum dapat menjangkau sistem kelistrikan seluruh Pulau Bintan," ujarnya.
Rully melanjutkan, PLN UP3 Tanjungpinang saat ini memprioritaskan pasokan listrik untuk fasilitas pelayanan umum, seperti rumah sakit.
PLN UP3 Tanjungpinang terus berupaya mengoptimalkan pasokan listrik yang tersedia dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keandalan sistem kelistrikan.
"Kami memohon pengertian masyarakat atas keterbatasan pasokan listrik dalam kondisi darurat ini," ujarnya.
Simak Video "Video: Bos PLN Hadap Prabowo, Lapor Listrik di Pulau Jawa Mulai Membaik"
[Gambas:Video 20detik] (mjy/mjy)
