Dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kiriman di Kota Pekanbaru terus menjadi perhatian. Bahkan ada 9 ribu lebih masyarakat terpapar Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat total 11.707 kasus gangguan kesehatan dialami warga akibat paparan kabut asap. Mayoritas penderita mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan ada asma, iritasi kulit, hingga iritasi pada mata.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Hazli Fendriyanto mengatakan angka itu merupakan data kumulatif yang dihimpun sejak 25 Agustus 2026. Artinya setalah terjadi kebakaran hutan dan lahan di Kota Pekanbaru dan sekitarnya.
"Sampai hari ini sudah 11.707 orang. Ini total kumulatif kasus," kata Hazli, Selasa (13/10/2026).
Data tersebut dihimpun dari 21 Puskesmas dan 30 rumah sakit yang ada di Pekanbaru. Dari jumlah kasus itu, tercatat 9.816 kasus merupakan ISPA.
Kemudian ada 892 kasus asma dan 498 kasus iritasi kulit. Selanjutnya 328 kasus konjungtivitis atau iritasi mata akibat kabut asap.
Untuk mengantisipasi dampak kesehatan yang lebih luas, Pemkot Pekanbaru melalui Dinkes terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap.
Salah satu langkah yang sudah dilakukan menggalakkan sosialisasi pencegahan dengan melibatkan 21 Puskesmas. Tidak hanya itu, petugas kesehatan juga terus mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah saat kualitas udara memburuk.
Sedangkan warga yang terpaksa harus beraktivitas di luar ruangan diminta pakai masker sebagai pelindung dari paparan asap. Termasuk banyak mengkonsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi.
"Kalau pun harus terpaksa beraktivitas di luar ruangan, terus pakai masker," ujarnya.
Simak Video "Video Situasi Karhutla Terkini: Titik Api di Kalimantan Naik, Sumatera Turun"
(ras/mjy)