Sejumlah Langkah Pemkot Pekanbaru Tangani Warga Terdampak Karhutla

Riau

Sejumlah Langkah Pemkot Pekanbaru Tangani Warga Terdampak Karhutla

Raja Adil Siregar - detikSumut
Selasa, 13 Okt 2026 09:58 WIB
Pegawai Pemkot Pekanbaru saat bagi masker gratis ke pengendara.
Foto: Pegawai Pemkot Pekanbaru saat bagi masker gratis ke pengendara. (dok. Pemkot Pekanbaru)
Pekanbaru -

Dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kiriman di Kota Pekanbaru terus menjadi perhatian. Bahkan ada 9 ribu lebih masyarakat terpapar Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat total 11.707 kasus gangguan kesehatan dialami warga akibat paparan kabut asap. Mayoritas penderita mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan ada asma, iritasi kulit, hingga iritasi pada mata.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Hazli Fendriyanto mengatakan angka itu merupakan data kumulatif yang dihimpun sejak 25 Agustus 2026. Artinya setalah terjadi kebakaran hutan dan lahan di Kota Pekanbaru dan sekitarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sampai hari ini sudah 11.707 orang. Ini total kumulatif kasus," kata Hazli, Selasa (13/10/2026).

Data tersebut dihimpun dari 21 Puskesmas dan 30 rumah sakit yang ada di Pekanbaru. Dari jumlah kasus itu, tercatat 9.816 kasus merupakan ISPA.

ADVERTISEMENT

Kemudian ada 892 kasus asma dan 498 kasus iritasi kulit. Selanjutnya 328 kasus konjungtivitis atau iritasi mata akibat kabut asap.

Untuk mengantisipasi dampak kesehatan yang lebih luas, Pemkot Pekanbaru melalui Dinkes terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap.

Salah satu langkah yang sudah dilakukan menggalakkan sosialisasi pencegahan dengan melibatkan 21 Puskesmas. Tidak hanya itu, petugas kesehatan juga terus mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah saat kualitas udara memburuk.

Sedangkan warga yang terpaksa harus beraktivitas di luar ruangan diminta pakai masker sebagai pelindung dari paparan asap. Termasuk banyak mengkonsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi.

"Kalau pun harus terpaksa beraktivitas di luar ruangan, terus pakai masker," ujarnya.

Selain memberi imbauan, dikatakan Hazli bahwa Dinkes Pekanbaru juga terus melakukan pembagian masker gratis kepada masyarakat. Hazli menyebutkan, ketersediaan masker masih mencukupi.

Warga yang membutuhkan masker dapat mendatangi Puskesmas terdekat untuk mendapatkannya secara gratis. Dinkes juga mengajak perusahaan-perusahaan besar dan korporasi di Pekanbaru untuk berpartisipasi membantu masyarakat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), khususnya dalam bentuk bantuan masker.

Selain itu, Pemerintah Kota Pekanbaru tetap menyiagakan fasilitas pelayanan kesehatan untuk menangani warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap. Seluruh Puskesmas telah dilengkapi obat-obatan, tabung oksigen hingga peralatan penanganan ISPA dan kebutuhan medis untuk mendukung layanan ke masyarakat terdampak.

Tidak sampai di situ, jam pelayanan juga diperpanjang hingga malam hari. Puskesmas di Pekanbaru melayani masyarakat sampai pukul 21.00 WIB dan pelayanan tetap dibuka di akhir pekan baik hari Sabtu-Minggu.

"Dengan kesiapsiagaan tersebut, masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan di tengah kondisi kabut asap dapat segera memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis," jelas Hazli.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Situasi Karhutla Terkini: Titik Api di Kalimantan Naik, Sumatera Turun"
[Gambas:Video 20detik] (ras/mjy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads