Wali Kota Medan Rico Waas menyampaikan kondisi terkini 17 siswa SD Negeri 060870 yang dilarikan ke RS Imelda akibat keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, seluruh korban sudah keluar dari rumah sakit dan pulang ke rumah masing-masing.
"Yang sudah kami informasikan kemarin, memang sudah kembali ke rumah masing-masing," katanya, Senin (12/10/2026).
Rico mengaku sejak kejadian keracunan banyak orang tua siswa yang khawatir membiarkan anaknya mengonsumsi MBG. Namun, ia menekankan program ini ditujukan untuk meningkatkan gizi siswa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya kita memahami kekhawatiran dari masyarakat, namun kami juga meyakini tentang program ini juga tentunya untuk mendorong anak-anak supaya semakin baik dalam gizinya, ya, bagaimana sekolahnya juga semakin baik, ya ini harapan kita bersama supaya anak-anak kita bertumbuh lebih baik nanti ke depannya," pungkasnya.
Politisi Partai NasDem itu pun berharap kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Karena itu, SPPG selaku penyedia MBG harus meningkatkan kualitas dan pengawasan.
"Kami dari pemerintah Kota Medan memahami bagaimana kekhawatiran dari para orang tua. Tapi kami meminta pada para pengawasnya, ya terutama untuk di SPPG untuk mengawasi dengan lebih maksimal agar tidak terulang lagi permasalahan-permasalahan seperti ini," tuturnya.
"Intinya kalau kami bagaimana anak-anak segera pulih, namun kami mengharapkan ini jangan sampai terjadi kembali," lanjutnya.
Untuk diketahui SPPG yang memasok MBG ke SD Negeri 060870 Medan telah ditutup sementara. Hal ini sebagai tindaklanjut akibat 17 murid yang keracunan setelah konsumsi MBG.
Baca juga: MBG Sudah Habiskan Rp 153 T hingga September |
