Sebanyak 4 siswa SD Negeri 060870 Medan yang mual dan muntah usai menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) masih harus menjalani rawat inap di Rumah Sakit.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Medan Surya Syahputra mengatakan, sebelumnya terdapat 6 siswa yang dirawat inap, per hari ini, 2 orang sudah diperbolehkan pulang.
"Dari total 17 siswa yang dibawa ke RS Jumat (9/10) kemarin, ada 6 yang harus dirawat inap atau opname. Tadi barusan saya tanya ke dokter yang menangani dan visitasi, hari ini 2 orang sudah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan," ujar Surya saat dikonfirmasi, Sabtu (10/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Surya menyebut, siswa yang menjalani rawat inap saat ini sedang masa pemulihan. Kondisi mereka, kata Surya sudah relatif membaik.
"Enam orang yang dirawat inap dari kemarin kondisinya sudah relatif membaik," tambahnya.
Sebelumnya, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok Makanan Bergizi Gratis (MBG) ke SD Negeri 060870 Medan telah ditutup sementara.
Hal ini usai 17 siswa SD tersebut dilarikan ke rumah sakit karena mual dan muntah usai mengonsumsi MBG.
"Sudah (ditutup sementara)," ujar Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sumatra Utara Yoga Arizanto saat dikonfirmasi, Jumat (9/10/2026).
Yoga mengatakan, menu MBG yang didistribusikan kepada siswa yakni telur semur, nasi putih, susu, tauco kacang panjang dan terong hijau hingga buah salak.
"Kalau tidak salah tadi menunya telur," tambahnya.
Diketahui, sebanyak 17 murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 060870 di Jalan Krakatau, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan dibawa ke Rumah Sakit usai menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG). Mereka dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Imelda Medan.
