Polisi India Tangkap Pemimpin Partai Kecoak

Internasional

Polisi India Tangkap Pemimpin Partai Kecoak

Tim detikNews - detikSumut
Sabtu, 10 Okt 2026 23:31 WIB
Cockroach Janta Party (CJP) founder Abhijeet Dipke addresses supporters during a protest demanding the resignation of Indias chief election commissioner Gyanesh Kumar over alleged voter-roll irregularities in Mumbai on October 2, 2026. Indian protesters rallied in New Delhi and Mumbai on October 2, including members of the popular youth-led cockroach party, demanding the resignation of the chief election commissioner over alleged voter-roll irregularities. (Photo by Indranil MUKHERJEE / AFP)
Pemimpin gerakan Partai Janta Kecoak, (CJP), Abhijeet Dipke, yang merupakan gerakan populer yang dipimpin kaum muda di India (dok. AFP/INDRANIL MUKHERJEE)
Jakarta -

Kepolisian India menangkap pemimpin gerakan populer Partai Janta Kecoak (CJP) pada Sabtu (10/10) waktu setempat. Penangkapan tersebut dilakukan menjelang aksi demonstrasi besar yang ditujukan untuk memprotes Komisi Pemilihan Umum India (ECI).

Pemimpin CJP Abhijeet Dipke bersama dua tokoh lainnya dari gerakan tersebut ditangkap ketika baru turun dari pesawat di New Delhi. Dilansir detikNews dari AFP, Sabtu (10/10/2026), ibu kota India itu menjadi lokasi aksi massa yang diinisiasi oleh gerakan yang banyak digerakkan kalangan anak muda tersebut.

Aksi tersebut menjadi puncak dari serangkaian mobilisasi kelompok oposisi yang telah berlangsung selama beberapa pekan. Mereka memprotes dugaan pelanggaran dalam proses revisi daftar pemilih nasional yang dilakukan ECI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kelompok oposisi dan para pengkritik pemerintah menilai revisi daftar pemilih tersebut berpotensi mencabut hak suara jutaan warga India. Mereka juga menuding kebijakan itu dapat memberikan keuntungan bagi Partai Bharatiya Janata (BJP), partai nasionalis Hindu yang saat ini berkuasa di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Narendra Modi.

ECI membantah adanya kejanggalan dalam proses yang disebut sebagai "revisi insentif khusus". Lembaga tersebut menyatakan revisi dilakukan untuk menghapus data pemilih ganda serta nama-nama yang dinilai tidak memenuhi persyaratan sebagai pemilih.

ADVERTISEMENT

"Ini resmi... kita hidup di bawah kediktatoran mutlak yang dipimpin oleh Modi," kata Arvind Kejriwal dari partai oposisi Partai Aam Aadmi dalam pernyataannya.

"Menangkap 'kecoak' tepat saat mereka turun dari pesawat, menunjukkan tingkat ketakutan yang belum pernah terjadi sebelumnya," cetusnya.

Pengamanan di New Delhi telah diperketat sejak Jumat (9/10). Puluhan ribu aparat kepolisian dan pasukan paramiliter dikerahkan untuk mencegah massa mencapai titik utama demonstrasi.

Sejumlah langkah pembatasan juga diberlakukan oleh pemerintah setempat. Puluhan stasiun metro ditutup, beberapa perjalanan kereta menuju New Delhi dibatalkan, sementara akses internet seluler di sekitar area demonstrasi diputus sementara.

Pada Sabtu (10/10), tayangan televisi lokal memperlihatkan aparat mengejar sejumlah demonstran di pusat New Delhi. Beberapa peserta aksi terlihat dibawa secara paksa ke kendaraan kepolisian. Media lokal melaporkan bahwa hingga kini lebih dari 200 demonstran telah ditangkap.

Aksi tersebut dinilai memiliki kemiripan dengan mobilisasi massa yang dilakukan CJP pada Juli lalu. Demonstrasi kala itu berujung pada pengunduran diri Menteri Pendidikan setelah muncul skandal terkait pelaksanaan ujian.

Dalam aksi kali ini, massa CJP mengalihkan tuntutannya kepada Ketua ECI Gyanesh Kumar. Mereka mendesak Kumar meninggalkan jabatannya di tengah kontroversi mengenai proses revisi daftar pemilih nasional.



(nkm/nkm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads