Bupati Kupang Yosef Lede menegaskan pembangunan wisata religi di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), merupakan bagian dari visi dan misi pemerintah daerah yang telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan disahkan DPRD.
Pernyataan tersebut disampaikan Yosef untuk merespons sorotan publik terhadap proyek pembangunan Patung Kristus Memberkati di Pulau Semau yang menelan anggaran Rp 157 miliar. Patung setinggi 70 meter itu diproyeksikan menjadi salah satu patung Yesus tertinggi di dunia.
Yosef mengatakan program pembangunan tersebut merupakan bagian dari komitmen yang telah direncanakan sejak awal masa kepemimpinannya. Menurutnya, pelaksanaan program yang tercantum dalam RPJMD menjadi pedoman pemerintah daerah dalam menjalankan pembangunan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Visi-misi ini kita sejak awal. Semua kepala daerah punya program yang sudah dituangkan dalam RPJMD. Jadi setelah kita terpilih kita laksanakan visi-misi kita. Apakah visi-misi kita salah. Tidak kenapa karena visi-misi kita sudah disahkan oleh DPRD, yang kami laksanakan ini adalah RPJMD yang merupakan rel pembangunan daerah," beber Yosef Lede, Jumat (9/10/2026) melansir detikBali.
Dia menilai perbedaan pandangan masyarakat terhadap pembangunan patung tersebut merupakan sesuatu yang wajar. Yosef menyebut setiap orang memiliki sudut pandang masing-masing dalam menilai kebijakan pemerintah.
"Kalau orang lain memaknai itu lain yang saya rasa semua orang bisa berbicara sesuai persepsi mereka," ucap politikus Partai Gerindra itu.
Yosef menjelaskan, Pemkab Kupang memiliki target menjadikan Pulau Semau sebagai destinasi wisata premium. Kehadiran Patung Kristus Memberkati diharapkan mampu menjadi magnet bagi wisatawan sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat setempat.
" Kita pengin ada wisata religi di Kabupaten Kupang. Dan itu saya rasa akan ada dampak lainnya seperti pembangunan maupun ekonomi," sebutnya.
Terkait besarnya anggaran pembangunan patung, Yosef memastikan program tersebut tidak berarti pemerintah mengabaikan kebutuhan pembangunan lainnya. Dia menyebut pemerintah daerah tetap mengupayakan berbagai program untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga penyediaan sarana pendidikan dan pertanian.
"Pagu anggarannya Rp 157 miliar. Jadi kalau orang tanya kita anggaran begini besar tapi bagaimana dengan pembangunan lainnya. Yang perlu dicatat, yang merupakan hak kita kasih. Kita bangun jalan, kita dapat sekolah nasional terintegrasi, sekolah rakyat, kita berjuang dapat alat-alat pertanian kasih rakyat, kita dapat kampung melayan, kita dapat alat tangkap perikanan kita kasih rakyat," urai dia.
Sebelumnya, peletakan batu pertama pembangunan Patung Kristus Memberkati dilaksanakan pada 5 Oktober 2026. Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena turut hadir dalam prosesi tersebut.
Dalam kesempatan itu, Laka Lena berharap pembangunan patung tidak sekadar menghadirkan ikon baru bagi Pulau Semau. Dia juga menginginkan proyek tersebut menjadi simbol persaudaraan dan keimanan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"Yang kita adalah sebuah harapan besar. Mari kita kawal bersama agar Patung Kristus Memberkati benar-benar menjadi berkat bagi masyarakat Semau, Kabupaten Kupang, NTT, dan Indonesia, dengan adanya destinasi religi ini," kata Laka Lena saat itu.
Meski diharapkan membawa dampak positif bagi pariwisata dan perekonomian, pembangunan Patung Kristus Memberkati menuai pro dan kontra di media sosial.
Sejumlah masyarakat di Kupang dan NTT mempertanyakan urgensi pembangunan tersebut di tengah berbagai persoalan infrastruktur yang masih membutuhkan perhatian. Besarnya anggaran yang dialokasikan untuk proyek itu juga menjadi salah satu sorotan publik.
