Menteri Sosial (Mensos) Syaifullah Yusuf menyebut, ketersediaan lahan dan segala pernak pernik pembebasannya menjadi kendala utama pembangunan Sekolah Rakyat di Sumatera Barat. Hal itu menjadi pekerjaan yang harus segera dituntaskan pemerintah daerah dalam mewujudkan rencana pembangunan gedung Sekolah Rakyat di berbagai daerah.
"Lahan yang masih belum tuntas ya," kata Gus Ipul kepada wartawan udai bertemu Wali Asuhd dan Wali Asrama Sekolah Rakyat di Padang, Rabu (7/10/2026).
Saat ini, kata Gus Ipul, Sekolah Rakyat di Sumatera Barat masih menggunakan sejumlah lokasi rintisan. Di Kota Padang terdapat dua lokasi, salah satunya SRMP 4 Padang dan satu lainnya memanfaatkan gedung Universitas Negeri Padang (UNP).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk gedung permanen, baru tersedia satu di Kabupaten Dharmasraya. Pemerintah juga tengah mempersiapkan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Solok.
Namun, kesiapan lahan menjadi salah satu hal yang perlu diselesaikan sebelum pembangunan dapat berjalan.
"Kita terus berkonsolidasi dengan daerah agar tanah-tanahnya bisa segera disiapkan dan kita membangun gedung permanen sesuai arahan Bapak Presiden," ujarnya.
Menurut Gus Ipul, pembangunan fisik gedung Sekolah Rakyat menjadi tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum, sementara Kementerian Sosial bertanggung jawab terhadap operasional sekolah tersebut.
"Pemerintah pusat menargetkan setiap kabupaten dan kota memiliki setidaknya satu gedung permanen Sekolah Rakyat dengan kapasitas lebih dari 2.000 siswa untuk jenjang SD, SMP hingga SMA," katanya.
Sekolah Rakyat sendiri diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga desil 1 dan 2. Mereka berasal dari kelompok masyarakat dengan kondisi sosial ekonomi paling bawah.
Sebagian siswa yang diterima merupakan anak yang pernah putus sekolah, belum pernah mengenyam pendidikan, atau berpotensi putus sekolah.
Gus Ipul mengatakan keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan tidak berhenti pada pendidikan anak. Program tersebut juga dirancang untuk membantu keluarga keluar dari persoalan kemiskinan.
"Anaknya sekolah, orang tuanya nanti diberdayakan. Anaknya lulus, keluarganya menjadi keluarga yang lebih mandiri," katanya.
Secara nasional, Gus Ipul menyebut saat ini sudah ada sekitar 44 ribu siswa Sekolah Rakyat yang tersebar di 182 titik. Lokasinya terdiri atas sekolah yang telah menggunakan gedung permanen maupun gedung sementara.
