Mensos Ungkap Ada Guru hingga Kepala Sekolah Rakyat Dipecat gegara Pelanggaran

Mensos Ungkap Ada Guru hingga Kepala Sekolah Rakyat Dipecat gegara Pelanggaran

Jeka Kampai - detikSumut
Rabu, 07 Okt 2026 22:01 WIB
Mensos Saifullah Yusuf alias Gus Ipul bertemu pelajar Sekolah Rakyat di Padang
Mensos Saifullah Yusuf alias Gus Ipul bertemu pelajar Sekolah Rakyat di Padang (Foto: Dok. Jeka Kampai/detikSumut)
Padang -

Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SEMP) 4 Padang. Berbicara usai kunjungan, Mensos mengungkap sudah ada guru hingga kepala sekolah yang dipecat.

Pemberhentian guru hingga kepala sekolah itu, karena melanggar komitmen kerja. Dia mengungkapkan, sanksi pemberhentian sudah diterapkan terhadap sejumlah orang di beberapa daerah.

"Sudah ada beberapa orang. Saya lupa jumlahnya, tapi ada yang kami pecat kepala sekolah, ada guru, ada tenaga kependidikan yang lain," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, Gus Ipul memastikan sejauh ini belum ada guru, kepala sekolah maupun tenaga kependidikan Sekolah Rakyat di Sumatera Barat yang diberhentikan.

"Di Sumbar belum ada kami pecat, alhamdulillah. Mudah-mudahan enggak ada," tuturnya.

ADVERTISEMENT

Gus Ipul mengatakan, setiap orang yang bekerja di Sekolah Rakyat sudah melewati proses seleksi sebelum ditempatkan.

Mereka diminta menandatangani komitmen untuk menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh. Selain itu, mereka harus siap ditempatkan di mana saja dan mematuhi etika serta norma yang telah ditetapkan.

"Kalau ada pelanggarannya menyangkut tiga hal yang saya sampaikan itu, kita akan berhentikan," katanya.

Ia menegaskan aturan tersebut berlaku bagi seluruh pengelola Sekolah Rakyat, termasuk wali asuh dan wali asrama.

Menurutnya, komitmen tersebut menjadi hal penting karena tenaga pendidik dan kependidikan memiliki peran besar dalam mendampingi siswa Sekolah Rakyat.

Sekolah Rakyat sendiri diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga desil 1 dan 2. Sebagian siswa merupakan anak yang pernah putus sekolah, belum pernah sekolah, atau berisiko putus sekolah.

Karena itu, kata Gus Ipul, pendampingan terhadap siswa tidak bisa hanya mengandalkan pembelajaran di kelas. Sekolah Rakyat menerapkan sistem berasrama sehingga siswa juga mendapat pendampingan dari wali asrama dan wali asuh.**



(afb/afb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads