Kabut asap kembali menyelimuti wilayah Batam, Kepulauan Riau (Kepri), sejak pagi tadi. Kondisi tersebut membuat jarak pandang terbatas hingga sekitar 2-3 kilometer.
Prakirawan BMKG Hang Nadim Batam, Rayi Anggraeni mengatakan kabut asap yang menyelimuti Batam merupakan dampak dari kiriman asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari wilayah lain. Menurutnya, asap tersebut merupakan sebaran dari wilayah Sumatera dan Kalimantan yang terbawa hingga ke wilayah Batam dan Kepri.
"Adanya kiriman asap karhutla dari wilayah lain," kata Rayi saat dikonfirmasi, Rabu (7/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rayi menyebut kondisi kabut asap menyebabkan jarak pandang di Batam saat ini berada di kisaran 2-3 kilometer.
"Jarak pandang 2-3 km," ujarnya.
Selain jarak pandang yang terbatas, kualitas udara di Batam juga berada pada kategori tidak sehat. Berdasarkan pemantauan BMKG pada Rabu (7/10) pukul 09.00 WIB, konsentrasi partikulat halus (PM2.5) tercatat 88,5 mikrogram per meter kubik
Kondisi tersebut berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan dan warga yang memiliki aktivitas di luar ruangan
Terkait sampai kapan kabut asap akan bertahan di Batam dan Kepri, BMKG belum dapat memastikan.
"Belum bisa diprediksi untuk hal ini," ujar Rayi.
BMKG mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi kabut asap masih terjadi. Warga yang harus beraktivitas di luar juga diminta menggunakan masker
"Batasi kegiatan di luar ruangan dan selalu gunakan masker ketika di luar ruangan," ujarnya.
"Selain itu, warga yang mengalami gangguan pernapasan diminta segera memeriksakan kondisi kesehatannya dan mendapatkan pertolongan medis," ujarnya.
BMKG turut mengingatkan pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan. Jarak pandang yang terbatas akibat asap pekat dapat meningkatkan risiko kecelakaan sehingga pengendara disarankan mengurangi kecepatan.
"Jarak pandang yang terbatas akibat asap pekat dapat meningkatkan risiko kecelakaan, perkuat kewaspadaan dan kurangi kecepatan berkendara," ujarnya.
Simak Video "Video: BMKG Catat 3.002 Kali Gempa Susulan di NTT"
[Gambas:Video 20detik] (mjy/mjy)
