KemenPU Perkuat Tebing Sungai Jembatan Kuta Blang yang Dibangun Pasca Bencana

Aceh

KemenPU Perkuat Tebing Sungai Jembatan Kuta Blang yang Dibangun Pasca Bencana

Agus Setyadi - detikSumut
Selasa, 06 Okt 2026 19:41 WIB
Jembatan Kuta Blang resmi beroperasi 20 September lalu. (Foto: Kementerian PU)
Jembatan Kuta Blang resmi beroperasi 20 September lalu. (Foto: Kementerian PU)
Bireuen -

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun proteksi tebing sungai di sekitar jembatan Krueng Tingkem di Kecamatan Kuta Blang, Bireuen, Aceh. Jembatan duplikasi di sana dibangun pasca jembatan sebelumnya putus akibat bencana akhir November 2025.

Proteksi tebing sungai dibangun sepanjang 273 meter di sisi Banda Aceh dan 463 meter di sisi Medan. Penanganan tersebut menjadi bagian dari pekerjaan permanen Jembatan Kuta Blang untuk menjaga kestabilan tebing sungai dan memberikan perlindungan terhadap area sekitar dari potensi gerusan akibat aliran sungai.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, penanganan infrastruktur pascabencana dilakukan dengan prinsip build back better yakni membangun kembali dengan standar yang lebih kuat. Tujuannya agar infrastruktur lebih siap menghadapi risiko bencana di masa mendatang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita tidak hanya memperbaiki, tapi membangun kembali dengan standar yang lebih kuat agar ke depan lebih tahan terhadap bencana," kata Menteri Dody dalam keterangannya, Selasa (6/10/2026).

ADVERTISEMENT

Duplikasi Jembatan Krueng Tingkeum memiliki panjang 149 meter dan lebar 11 meter. Struktur atas jembatan menggunakan Steel I Girder (SIG) sepanjang 30 meter serta Steel Box Girder (SBG) dengan bentang 57,2 meter dan 50 meter.

Pembangunan juga mencakup oprit sisi Banda Aceh sepanjang 150 meter dan sisi Medan sepanjang 400 meter.

Plt. Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh Zulkarnaini mengatakan, pembangunan duplikasi Jembatan Krueng Tingkeum beserta proteksi sungai merupakan bagian dari penanganan permanen pascabencana pada ruas jalan nasional di wilayah Bireuen dan Aceh Utara.

"Secara umum, progres penanganan darurat dan permanen berjalan sesuai rencana termasuk pekerjaan proteksi sungai. Ada penyesuaian pada penanganan sisi Medan karena kendala sosial terkait pemanfaatan lahan. Namun, BPJN Aceh telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bireuen dan perwakilan masyarakat terdampak untuk memperoleh kesepakatan mengenai pemanfaatan lahan," jelas Zulkarnaini.

Dengan telah beroperasinya jembatan dan diperkuatnya perlindungan tebing sungai, penanganan Kr. Tingkeum tidak hanya memulihkan konektivitas pascabencana, tetapi juga meningkatkan ketahanan infrastruktur terhadap potensi ancaman yang berasal dari kondisi sungai.

"Upaya tersebut penting untuk menjaga keberlanjutan fungsi jembatan sebagai bagian dari Koridor Lintas Timur Aceh-Sumatera Utara. Infrastruktur ini melayani pergerakan masyarakat sekaligus menjadi jalur penting distribusi barang dan logistik antardaerah," ujar Zulkarnain.

Diketahui, jembatan duplikasi yang dibangun di samping jembatan sebelumnya sudah mulai beroperasi sejak 20 September lalu. Sementara jembatan terputus yang dipasang bailey akan segera dibuat menjadi permanen.



(agse/dhm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads