Jembatan Kuta Blang Beroperasi, Antrean Panjang 'Selat Hormuz' Aceh Berakhir

Aceh

Jembatan Kuta Blang Beroperasi, Antrean Panjang 'Selat Hormuz' Aceh Berakhir

Agus Setyadi - detikSumut
Minggu, 20 Sep 2026 18:29 WIB
Pembukaan jembatan baru Kuta Blang di Bireuen (Foto: Satgas PRR)
Foto: Pembukaan jembatan baru Kuta Blang di Bireuen (Foto: Satgas PRR)
Banda Aceh -

Jembatan baru Krueng Tingkem di Kecamatan Kuta Blang, Bireuen, Aceh resmi beroperasi mulai hari ini. Pembukaan jembatan ini menandakan berakhirnya antrean panjang di 'Jembatan Selat Hormuz' selama berjam-jam.

Pembukaan jembatan itu dilakukan Direktur Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Gatot Sukmara didampingi Bupati Bireuen Ir. Mukhlis bersama Unsur Forkopimda Bireuen beserta Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh Ir. Zulkarnaini, Minggu (20/9/2029). Pengoperasian jembatan diawali dengan uji coba dan peusijuek.

"Jembatan Kutablang yang baru telah memenuhi kaidah teknis dari segi desain, konstruksi, mutu, serta telah lulus uji beban. Oleh karena itu, jembatan sudah siap dilakukan open traffic, yaitu uji coba pembukaan jalur bagi lalu lintas umum secara langsung," kata Gatot dalam keterangannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, pembukaan jembatan baru ini dilakukan untuk mengalihkan arus lalu lintas dari Jembatan Kutablang yang lama. Jembatan lama putus saat bencana banjir dan longsor pada akhir November 2025 lalu.

ADVERTISEMENT

"Pembangunan jembatan yang lama masih akan dilanjutkan dan diselesaikan untuk memperlancar arus logistik dan transportasi," jelasnya.

Bupati Bireuen Mukhlis mengatakan, keberadaan Jembatan Kutablang merupakan hasil dari perjuangan dan koordinasi yang terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Bireuen di bawah kepemimpinannya bersama pemerintah pusat. Dia menjelaskan, bencana tersebut menyebabkan kerusakan signifikan di daerah itu dimana terdapat 12 jembatan hancur di sepanjang Krueng Peusangan mulai dari Peusangan Siblah Krueng Peusangan Selatan hingga Pante Rhue Pante Peusangan, termasuk 4 unit jembatan gantung.

"Pada tahun ini telah ditangani 3 jembatan yakni Jembatan Krueng Tingkeum dan Jembatan Teupin Mane yang merupakan kewenangan pemerintah pusat karena menghubungkan jalur Pantai Timur ke wilayah tengah seperti Bener Meriah dan Gayo Lues, serta Jembatan Pante Lhong yang merupakan kewenangan kabupaten yang penanganannya dibantu oleh pemerintah pusat," jelas Mukhlis.

Untuk tahun depan, katanya, direncanakan pembangunan 3 jembatan lagi yaitu Jembatan Peusangan-Peusangan Siblah Krueng panjang ±200 meter, Jembatan Ulee Jalan, dan Jembatan Alu Limeng.

"Kami berterima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Menteri PU Dody Hanggodo, serta seluruh jajaran pemerintah pusat atas gerak cepat dan perhatiannya terhadap infrastruktur di Kabupaten Bireuen," jelasnya.

Diketahui, Jembatan Kuta Blang yang putus disambung dengan bailey sehingga terjadi buka tutup untuk kendaraan yang melintas. Akibat antrean berjam-jam, warga menjuluki jembatan itu dengan sebutan 'Selat Hormuz'.



Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Penampakan Kondisi Banjir-Longsor di Aceh dari Satelit"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads