Gubernur Sumut Bobby Nasution mengaku salah satu Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) di Medan pernah meminta uang dengan kepala sekolah ketika dirinya masih menjadi Wali Kota Medan. Sejak saat itu hubungannya dengan Kejari tersebut menjadi renggang.
Cerita itu disampaikan Bobby saat acara launching Jaksa Sahabat Pendidik di Kantor Gubsu. Dalam acara tersebut, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut Muhibuddin hadir.
Mulanya menantu Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) itu bercerita soal lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang memiliki nama mirip dengan lembaga penegak hukum. Sehingga kepala sekolah takut dengan yang ada di belakang LSM itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pak Kajati, sebenarnya yang kepala sekolah ini-kalau yang benar, Pak ya, kalau yang salah wajib takut, kalau yang benar dan yang mau menjalankan dengan benar, ini bukan takut sama LSM nya, Pak, tapi takut sama yang bekingi LSM-nya, Pak," ujarnya Selasa (6/10/2026).
Setelahnya Bobby menyinggung ada Kejari di Medan yang pernah berantem dengannya. Hal itu disampaikan Bobby kepada Muhibuddin.
"Mohon izin, mohon izin, Pak Kajati sampaikan, saya dulu pas di Medan, mohon maaf Pak Rico bukannya menyinggung nih, Pak ya. Saya dulu pas di Medan, Pak, mohon izin, Pak, saya pernah berantem, Pak, sama Forkopimda saya. Makanya tadi pas Pak Kajati sampaikan Pak Rico tadi didampingi 2 Kejari, seingat saya, Pak, saya pernah berantam sama salah satu Kejari saya di Medan, Pak," sebutnya.
Saat itu, Kajari disebut meminta uang Rp 5-10 juta ke kepala sekolah. Kebetulan, Bobby saat itu mau bertemu dengan Kajati Sumut.
"Karena kepala sekolah, Pak. Nah itu ada Pak Sulaiman. Jadi saya ingat, Pak Kejari-nya waktu itu minta uang ke kepala sekolah-kepala sekolah, seingat saya totalnya ada Rp 5 juta, ada Rp 10 juta, kebetulan pada saat itu siangnya saya mau ketemu sama Pak Kajati, Pak. Betul ya, Pak Kajati, betul ya dulu ya? Saya mau ketemu sama Pak Kajati waktu itu, kami ada kegiatan Pemkot Medan dan Kejatisu, paginya, itu Kepala Dinas Pendidikan saya laporan," ucapnya.
Bobby kemudian menelpon Kajari saat itu dan mengatakan jika uang itu tidak usah diminta ke kepala sekolah. Namun dari Bobby saja langsung dengan catatan diserahkan di depan Kajati Sumut.
"Pak, kalau kayak gitu. Pak Kejari, nanti yang uang kepala sekolah ini nggak usah dari kepala sekolah, dari saya saja. Tapi kalau boleh, Pak, nanti saya serahkan di depan Pak Kajati ya, Pak, ya, kalau boleh, saya siapkan sekarang. Tapi kalau kata Bapak nggak usah, saya rasa nggak usah dari kepala sekolah, Pak. Minta sama saya aja, Pak," ujar Bobby meniru percakapannya dengan Kajari.
Setelah Bobby telepon, Kajari disebut membatalkan meminta uang kepada kepala sekolah. Namun sejak saat itu, hubungannya dengan Kajari tersebut menjadi renggang.
"Alhamdulillah, Pak, nggak jadi, Pak, waktu itu, cuman habis itu konsekuensinya agak renggang hubungan, Pak, waktu itu memang. Konsekuensinya agak renggang hubungan Pemkot Medan dengan salah satu Kejari, saya nggak bilang, Pak, antara Kejari Medan dan Kejari Belawan, Pak ya. nggak, saya enggak akan sebut antara dua itu dan tahun berapa enggak akan saya sebut juga," tuturnya.
Simak Video "Video Tarif Baru Parkir di Medan: Motor Rp 2 Ribu, Mobil 4 Ribu"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)
