Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru mengeluarkan surat edaran tentang pembelajaran daring atau online untuk murid PAUD, TK, SD hingga SMP imbas asap karhutla. Pembelajaran daring diberlakukan dua hari ke depan.
"Pembelajaran jarah jauh atau daring kembali dilaksanakan selama 2 hari, yakni Selasa dan Rabu," tulis surat edaran Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru yang diteken Kepala Dinas Abdul Jamal seperti dikutip, Selasa (6/10/2026),
Selain itu, sekolah dan madrasah yang ada di bawah kewenangan Kementerian Agama juga diminta menyesuaikan. Kebijakan ini diambil karena kualitas udara di Pekanbaru dalam status Tidak Sehat.
"Kondisi pada hari Senin, kualitas udara di Pekanbaru terpantau pada kategori Tidak Sehat," bunyi surat tersebut.
Pantauan detikSumut, kabut asap terlihat di sejumlah titik seperti wilayah Panam, Jalan Tuanku Tambusai, Jenderal Sudirman, Jalan Sembilang hingga pusat kota. Asap pekat di Pekanbaru mulai pekat sejak Senin (5/10) sore kemarin.
"Kabut asapnya pekat lagi ini, sesak napas," ujar seorang pengendara, Wahidun.
Akibat asap pekat, sejumlah pengendara juga menggunakan masker. Namun, ada juga yang tetap melaju tanpa masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Beberapa pengendara mengaku nekat tak pakai masker karena merasa sudah kebal. Sebab, surah beberapa bulan terakhir tak kunjung tuntas persoalan asap di wilayah Riau.
"Sudah biasa, capek kita tidak ada langkah nyata dari pemerintah. Bolak-balik berasap, sudah macam ikan salai kita ini," kata warga lain dengan nada kesal.
Simak Video "Video Situasi Karhutla Terkini: Titik Api di Kalimantan Naik, Sumatera Turun"
(astj/astj)