Kabut Asap Karhutla Selimuti Pekanbaru, Ortu Khawatir karena Anak Tetap Sekolah

Riau

Kabut Asap Karhutla Selimuti Pekanbaru, Ortu Khawatir karena Anak Tetap Sekolah

Raja Adil Siregar - detikSumut
Selasa, 15 Sep 2026 09:46 WIB
Kabut asap di Kota Pekanbaru, Riau, pekat pagi ini .
Foto: Kabut asap di Kota Pekanbaru, Riau, pekat pagi ini. (Raja Adil Siregar/detikSumut)
Pekanbaru -

Kabut asap pekat menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau akibat dari kebakaran hutan dan lahan. Warga mengaku bau asap membuat sesak dan mata perih.

Pantauan detikSumut, kabut asap terlihat menyelimuti Kota Pekanbaru sejak kemarin sore. Asap semakin pekat pada malam hari hingga pagi ini.

Sejumlah pengendara mengaku sesak saat beraktivitas di luar rumah. Bahkan, pagi ini asap akibat kebakaran lahan sangat terasa menusuk hidung dan bikin mata perih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bau bekas kebakaran menusuk asapnya. Ini juga mata perih," kata pengendara saat melintas di Jalan Jenderal Sudirman Kota Pekanbaru, Selasa (15/9/2026).

Kondisi ini membuat Widi sebagai orang tua khawatir. Apalagi kedua anaknya yang saat ini duduk di bangku SMP dan SMA tetap belajar di sekolah.

ADVERTISEMENT

"Ya kita orang tua khawatir karena anak-anak tetap belajar tatap muka di sekolah. Kenapa tidak PJJ saja, kasihan anak-anak," katanya.

Widi mengaku aktivitas belajar tatap muka sempat beberapa kali ditiadakan dan anak-anak belajar daring. Namun, beberapa hari terakhir ini justru tetap masuk dengan imbauan menggunakan masker.

"Anak-anak memang sekolah pakai masker di sekolah, tapi kan pasti jenuh. Kondisinya asap parah begini dan hari ini parah betul," kata Widi yang baru pulang mengantarkan kedua putrinya ke sekolah.

Hal senada disampaikan pengemudi taksi online bernama Feri. Feri mengaku kabut asap pekat sejak sore kemarin.

"Sudah sejak sore kemarin asap pekatnya. Pagi ini lebih parah, khususnya di wilayah Panam ini," katanya.



(ras/mjy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads