Lamine Yamal tampil impresif selama jeda internasional kali ini bersama Timnas Spanyol. Meski sedang dalam performa terbaik, pelatih Luis de la Fuente memastikan Yamal tidak akan terus dimainkan secara penuh dalam setiap pertandingan.
Spanyol sejauh ini telah menjalani tiga pertandingan di UEFA Nations League. Yamal tampil penuh ketika menghadapi Inggris, bermain selama 68 menit saat melawan Kroasia pada pekan lalu, kemudian ditarik keluar pada awal babak kedua ketika berhadapan dengan Republik Ceko.
Dalam tiga pertandingan tersebut, Yamal berhasil mencetak empat gol sekaligus membantu La Furia Roja meraih kemenangan sempurna. Spanyol selanjutnya dijadwalkan menghadapi Kroasia pada Rabu (7/10/2026) dini hari WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
De la Fuente terus memperhatikan beban menit bermain Yamal maupun pemain lainnya. Meski pemain Barcelona tersebut sedang tampil tajam, sang pelatih tidak ingin memaksanya bermain berlebihan. Yamal sendiri sudah 11 kali menjadi starter untuk klub dan timnas pada musim ini.
"Saya sudah bilang betapa beratnya rangkaian empat pertandingan ini," ujar De la Fuente seperti dilansir detikSport dari ESPN.
"Satu poin penting yang ingin saya tekankan adalah tidak ada yang akan bermain lebih dari 270 menit, yang akan berarti tiga dari empat pertandingan. Lamine sudah bermain setara dua dari tiga pertandingan dalam hal jumlah menit."
De la Fuente menilai Yamal tetap berada dalam kondisi yang baik dan siap tampil apabila kembali dipercaya menghadapi Kroasia. Namun, keputusan mengenai apakah ia akan dimainkan tetap mempertimbangkan kondisi fisiknya.
"Lamine selalu siap untuk main. Mereka semua ingin main. Setelah itu, kami memeriksa apakah ini langkah yang tepat atau tidak. Dia dalam performa luar biasa, dia figur kunci dan seorang kompetitor. Dia dalam kondisi bagus untuk main besok, sama seperti rekan-rekan setimnya."
Ia juga menyoroti karakter kompetitif Yamal yang selalu ingin memberikan lebih di setiap pertandingan. Menurutnya, sifat tersebut menjadi salah satu karakter kuat pemain muda tersebut.
"Lamine punya kegelisahan itu, dan saya tidak bermaksud negatif, karena dia selalu ingin melakukan lebih ... Itulah Lamine. Itulah watak kompetitifnya," katanya.
