Veda Ega Pratama tak memasang target tinggi saat menjalani Moto3 Mandalika 2026 yang akan berlangsung akhir pekan ini. Tampil di depan publik Indonesia, rider Honda Team Asia itu hanya ingin menyelesaikan balapan dengan aman tanpa terjatuh.
Veda mengaku sudah tidak sabar melakoni balapan kandang di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Sirkuit itu menjadi salah satu trek favorit Veda.
"Pastinya saya lebih semangat dan nggak sabar buat menjalani balapan di Mandalika, karena ini salah satu sirkuit favorit saya dan pastinya saya juga bangga bisa balapan di Mandalika. Bisa balapan di depan masyarakat Indonesia," kata Veda, Senin (5/10/2025), melansir detikOto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Veda juga merasa punya modal positif karena sudah pernah menjalani balapan di Mandalika. Selain itu, dia mengaku sempat melakukan latihan di trek itu sebelum menghadapi balapan Moto3 2026.
"Saya ada feeling bagus karena saya suka treknya dan kemarin juga sudah sempat latihan. Saya juga ada pengalaman balapan di sana. Jadi, kita lihat minggu ini," ujarnya.
Meski memiliki pengalaman dan merasa cocok dengan karakter sirkuit Mandalika, Veda tidak ingin memberikan tekanan berlebih kepada dirinya sendiri. Target utamanya justru sederhana, yakni bisa menyelesaikan balapan tanpa insiden.
"Target saya bisa finis, nggak jatuh. Saya nggak mau ngasih pressure (tekanan) ke diri saya. Semoga saja dapat hasil yang bagus," lanjut pebalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, itu.
Veda memang sudah mencicipi podium pada musim debutnya di Moto3 2026. Pebalap binaan Astra Honda Motor (AHM) itu mencetak sejarah sebagai rider Indonesia pertama yang naik podium Grand Prix setelah finis ketiga di Moto3 Brasil.
Tapi, pencapaian itu tak membuat Veda menetapkan podium sebagai target wajib di setiap seri. Sebelumnya, Veda juga pernah mengatakan bahwa dirinya tak mau memberikan tekanan berlebihan pada musim debutnya di Moto3.
Menghadapi Mandalika, Veda menilai tantangan terbesar bukan hanya karakter lintasan. Posisi sirkuit yang berada di kawasan pesisir juga membuat angin menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan para pebalap.
"Sebenarnya banyak trek-trek lainnya yang lebih susah di Eropa. Cuman mungkin di Mandalika, karena saya belum pernah balap di kelas Moto3 ini. Mungkin karena di pinggir dekat pantai, jadi anginnya mungkin besar dan itu bisa bikin challenge buat rider-rider," ujarnya.
Sebagai informasi, MotoGP Mandalika 2026 dijadwalkan berlangsung pada 9-11 Oktober. Veda akan tampil di kelas Moto3, sementara Mario Suryo Aji menjadi wakil Indonesia di kelas Moto2.
