Lurah Dwikora Diperiksa Inspektorat Buntut Kantor Kotor Mirip Gudang

Lurah Dwikora Diperiksa Inspektorat Buntut Kantor Kotor Mirip Gudang

Rechtin Hani Ritonga - detikSumut
Senin, 05 Okt 2026 18:01 WIB
Suasana sidak Wali Kota Medan Rico Waas ke Kantor Lurah Dwikora.
Suasana sidak Wali Kota Medan Rico Waas ke Kantor Lurah Dwikora. (Foto: dok. Diskominfo Medan)
Medan -

Lurah Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan, Rio Rahmad Alam Siregar diperiksa inspektorat usai kantornya disidak Wali Kota Medan Rico Waas beberapa waktu lalu.

Dari hasil sidak tersebut ditemukan kondisi kantor kelurahan yang sangat kotor mirip gudang.

"Sudah (diperiksa inspektorat). Hasilnya nanti Inspektorat bisa menjelaskan," ujar Wali Kota Medan Rico Waas saat diwawancarai, Senin (5/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ditanyakan terkait kemungkinan pemecatan, Rico mengatakan pihaknya akan memberikan hukuman disiplin. Hal ini lantaran lurah dinilai tidak merawat aset pemerintah kota dengan baik.

"Pasti ada hukuman disiplin. Karena ini artinya yang bersangkutan tidak merawat, kurang peduli, tentu ada tindakan disiplin untuk itu," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Politisi Partai NasDem ini membantah anggaran kelurahan kurang. Menurutnya, anggaraan sudah tercukupi namun perawatan dan kepedulian terhadap kebersihan perlu diperbaiki.

"Saya rasa lebih ke arah bagaimana untuk kepedulian, ya, karena ini yang kemarin saya cek itu bukan masalah aset yang rusak, tapi masalah kebersihan. Kalau masalah kebersihan ini kan memang harus dibenahi, kita aja di rumah aja kan membersihkan, apalagi kantor yang mungkin rekan-rekan itu bahkan bisa lebih lama di kantor dibandingkan di rumah," ungkapnya.

Rico menyebut dirinya telah meminta agar seluruh kantor kelurahan dicek satu persatu. Ia meminta aparatur kewilayahan untuk mendokumentasikan kondisi setiap ruangan di kantor kelurahan.

"Ini makanya harus kita cek satu-satu juga. Saya meminta juga kepada rekan-rekan kwilayahan agar bisa memantau juga makanya saya minta coba dokumentasikan apa problem-problemnya. Namun saya tidak juga menutup kemungkinan ada problem-problem tentang aset yang juga rusak ya laporkan juga jangan dibiarkan. Ada beberapa yang juga melaporkan atapnya ada yang jebol, silakan supaya dibenahi, ya, tapi setelah dibenahi ya dijaga, dirawat," pungkasnya.

Wali Kota Medan Rico Waas menemukan kantor Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia kotor dan mirip gudang saat sidak yang diunggah di akun Instagram pribadinya.

Dalam kesempatan itu, Rico menegur keras Lurah Dwikora Rio Rahmad Alam Siregar dan jajaran kelurahan lantaran kebersihan kantor lurah yang sangat buruk.

"Bapak masih mau jadi lurah? Kayaknya bapak sudah gak mau jadi lurah ini," ujar Rico dalam video tersebut dilihat detikSumut, Rabu (30/9/2026).

Dalam unggahan itu, kondisi kantor Kelurahan Dwikora tampak tidak layak. Sofa yang hampir robek, furnitur yang rusak, hingga lantai berdebu yang tidak pernah dibersihkan.

Rico tampak kecewa dan berbicara dengan nada tinggi kepada Lurah Dwikora.

"Kalian bilang kekurangan ruangan, bukan kekurangan ruangan, ruangan besar tapi tidak dibersihkan, tidak ditata dengan baik," katanya.

Politisi NasDem ini juga mempertanyakan bola lampu yang mati dan meminta persoalan sederhana seperti itu segera diperbaiki. Menurutnya, hal kecil tidak boleh dibiarkan hingga mengganggu kenyamanan kerja maupun pelayanan kepada masyarakat.

"Untuk hal-hal kecil seperti ini saja kalian tidak mau mengurusi, bagaimana lagi kalau melayani masyarakat," ungkapnya.

Teguran kembali disampaikan ketika Rico menemukan asbak rokok di salah satu ruangan. Ia mempertanyakan masih adanya aktivitas merokok di dalam kantor, padahal kantor pemerintahan merupakan kawasan tanpa rokok.

Rico meminta agar seluruh jajaran kelurahan yang merokok di kantor untuk diperiksa inspektorat.

"Ini kantor kawasan tanpa rokok nggak? Kalian menunjukkan yang salah, tahu nggak? Kalian pergi ke inspektorat biar diperiksa semuanya," tuturnya.

Rico kemudian meminta camat dan pengawas melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh kantor kelurahan, bukan hanya Kantor Lurah Dwikora. Ia meminta kondisi setiap ruangan diperiksa, dibersihkan dan didokumentasikan.

"Saya minta seluruh foto ruangan yang ada di kelurahan, semuanya saya mau minta diperiksa, dibersihkan. Nggak ada ruangan yang tersisa. Semuanya harus diperiksa, didokumentasikan," katanya.

Rico memberikan waktu satu minggu kepada lurah dan jajarannya untuk membenahi seluruh ruangan. Arsip yang tidak lagi diperlukan diminta disingkirkan, sementara ruangan yang masih dapat digunakan harus ditata dan dimanfaatkan untuk menunjang pekerjaan serta pelayanan kepada masyarakat.

"Namanya kantor kelurahan itu adalah rumah kita sendiri. Benahi apa yang bisa. Jangan ada ruangan-ruangan terbengkalai kayak gini," pungkasnya.



(afb/afb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads