Wali Kota Rico Waas menemukan kantor Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, kotor dan mirip gudang saat melakukan sidak. Rico pun menegur keras Lurah Dwikora, Rio Rahmad Alam Siregar dan jajaran kelurahan.
Aksi sidak Rico Waas ke kantor Kelurahan Dwikora itu diunggah di akun Instagram pribadinya.
"Bapak masih mau jadi lurah? Kayaknya bapak sudah nggak mau jadi lurah ini," ujar Rico dalam video tersebut dilihat detikSumut, Rabu (30/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam unggahan itu, terlihat kondisi kantor Kelurahan Dwikora memprihatinkan. Di sana terdapat sofa yang hampir robek, furnitur yang rusak, hingga lantai berdebu diduga akibat tidak pernah dibersihkan.
Rico pun tampak kecewa dengan hal tersebut.
"Kalian bilang kekurangan ruangan, bukan kekurangan ruangan, ruangan besar tapi tidak dibersihkan, tidak ditata dengan baik," katanya nada tinggi.
Selain itu, Politisi NasDem ini juga mempertanyakan adanya bola lampu yang mati di kantor lurah tersebut. Kemudian, ia meminta agar persoalan sederhana tersebut segera diperbaiki.
Menurutnya, hal-hal kecil tidak boleh terjadi di kantor pemerintahan, karena dapat mengganggu kenyamanan kerja maupun saat memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Untuk hal-hal kecil seperti ini saja kalian tidak mau mengurusi, bagaimana lagi kalau melayani masyarakat," ungkapnya.
Tak berhenti di situ, Rico juga menyoroti adanya asbak rokok yang ditemukan di salah satu ruangan. Padahal, kata Rico, Pemkot Medan telah menerapkan seluruh kantor pemerintahan sebagai Kawasan Tanpa Rokok.
"Ini kantor kawasan tanpa rokok nggak? Kalian menunjukkan yang salah, tahu nggak? Kalian pergi ke inspektorat biar diperiksa semuanya," tuturnya.
Rico kemudian meminta Camat Medan Helvetia untuk rutin melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh kantor kelurahan yang ada di wilayahnya. Ia menegaskan kondisi setiap ruangan harus diperiksa, dibersihkan dan didokumentasikan.
"Saya minta seluruh foto ruangan yang ada di kelurahan, semuanya saya mau minta diperiksa, dibersihkan. Nggak ada ruangan yang tersisa. Semuanya harus diperiksa, didokumentasikan," katanya.
Rico memberikan batas waktu satu minggu kepada lurah dan jajarannya untuk membenahi seluruh ruangan dan fasilitas. Ia tidak ingin nantinya kembali menemukan kondisi serupa di kantor lurah tersebut.
"Namanya kantor kelurahan itu adalah rumah kita sendiri. Benahi apa yang bisa. Jangan ada ruangan-ruangan terbengkalai kayak gini," pungkasnya.
Simak Video "Video Walkot Medan Imbau Warga Tak Pesta Kembang Api di Malam Tahun Baru"
[Gambas:Video 20detik] (mjy/mjy)
