Idulfitri dan Iduladha Resmi Ditetapkan Jadi Hari Libur di California

Idulfitri dan Iduladha Resmi Ditetapkan Jadi Hari Libur di California

Femi Diah - detikSumut
Sabtu, 03 Okt 2026 20:30 WIB
A Muslim makes a donation after an evening prayer called
Foto: Ilustrasi. (AP/Shafkat Anowar)
Jakarta -

Hari raya Idulfitri dan Iduladha resmi ditetapkan sebagai hari libur di California, Amerika Serikat (AS). Hal itu memungkinkan para pekerja dan pelajar muslim memperingati dua hari raya tersebut bersama keluarga.

Dilansir detikTravel, Undang-undang AB 2017 yang berkaitan dengan kebijakan tersebut ditandatangani oleh Gubernur California Gavin Newsom pada 10 September 2026. FOX40 melaporkan hal tersebut memberikan dasar bagi pekerja muslim untuk menggunakan cuti berbayar saat Idulfitri dan Iduladha.

"California merupakan rumah bagi salah satu komunitas muslim terbesar dan paling dinamis di negara ini, dan tradisi mereka layak diakui dan dihormati," kata anggota Majelis Negara Bagian California, Matt Haney, dalam keterangan resmi, dikutip Anadolu, Sabtu (3/10).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Haney, pengakuan terhadap dua hari raya Islam itu juga memungkinkan bagi warga California untuk merayakannya bersama keluarga tanpa harus mengorbankan waktu kerja.

ADVERTISEMENT

Selain itu, aturan tersebut juga berkaitan dengan sekolah. Lembaga pendidikan dapat memberikan kesempatan kepada siswa muslim untuk bisa memperingati Idulfitri dan Iduladha.

Ketua Komisi Jason Paguio mengatakan AB 2017 merupakan bentuk pengakuan terhadap keberagaman masyarakat California.

"Dengan mengakui secara resmi Idulfitri dan Iduladha, negara bagian kami menegaskan makna budaya dari perayaan-perayaan ini sekaligus memberikan sekolah dan tempat kerja umum alat-alat praktis untuk mendukung mereka yang merayakannya," kata Paguio.

Di AS, California merupakan salah satu negara bagian dengan jumlah penduduk muslim terbesar. Berdasarkan Sensus Agama AS 2020, ada sekitar 504 ribu warga muslim di California, atau berada di urutan kedua setelah New York yang memiliki sekitar 724 ribu muslim.

Komunitas muslim California berasal dari berbagai latar belakang, termasuk Asia Selatan, Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika. Di antaranya terdapat komunitas Muslim Indonesia yang salah satunya berkumpul di Masjid At-Thohir, Los Angeles.

Artikel ini telah tayang di detikTravel, baca selengkapnya di sini



(mjy/mjy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads