Pompa Air Tenaga Surya (PATS) untuk mengairi sawah diresmikan di Desa Sibonor Ompu Ratus, Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir. Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom mengatakan kehadiran PATS ini sangat membantu petani dan mensiasati ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
"Beberapa waktu lalu usulan dari kita masyarakat Kabupaten Samosir kita teruskan kepada pemerintah atasan, yaitu mulai dari Bapak Gubernur, Kementerian Bappenas, hingga akhirnya disetujui oleh Kedutaan Besar Inggris yang membawa program ini di Kabupaten Samosir hingga akhirnya hari ini kita akan segera resmikan, yaitu Peresmian Pompa Air Tenaga Surya di Desa Sibonor Ompu Ratus, Kecamatan Nainggolan," kata Vandiko Timotius Gultom, Sabtu (3/10/2026).
PATS ini dibangun dengan anggaran Rp 5,7 miliar dari Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia-Timor Leste. Sementara Pemkab Samosir hadir dalam penyediaan lahan hingga biaya perawatan ke depannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Vandiko menjelaskan jika PATS sebagai pemanfaatan energi terbarukan sangat membantu petani. Keberadaan PATS ini juga untuk mensiasati ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
"Ya, inilah yang kita lakukan, membangun pompa air dengan pemanfaatan energi terbarukan, yang mana ini adalah ramah lingkungan dan rendah karbon dan tentu saja dengan pembangunan ini sangat membantu kita masyarakat dan juga petani, terkhusus dalam mensiasati ketergantungan akan bahan bakar fosil," jelasnya.
Selain di Desa Sibonor Ompu Ratus, PATS juga bakal dibangun di Desa Pakpahan, Kecamatan Onan Runggu. Vandiko mengucapkan terima kasih kepada Kementerian PPN/Bappenas, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution, Pemerintah Kerajaan Inggris yang telah membawa program ini ke Samosir.
"Tentu saja saya juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat yang sudah mendukung program ini. Kita tahu bersama bahwasanya jaringan dari pipa tenaga surya ini masuk juga ke dalam atau melewati rumah-rumah warga. Kami atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih juga atas kesediaan masyarakat yang mau bersama-sama bergotong royong sehingga akhirnya program PATS ini dapat terbangun di desa ini," ujarnya.
Vandiko menjelaskan sudah lebih dari 8 PATS yang ada di Kabupaten Samosir. Vandiko berkomitmen bakal terus menambah PATS di Samosir.
"Sejauh ini sudah ada lebih dari 8 yang sudah kita bangun, dan akan terus kita bangun ke depan, baik melalui APBD Kabupaten Samosir dan juga perhatian Bapak Gubernur Muhammad Bobby Afif Nasution," jelasnya.
Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan PATS ini sehingga dapat meningkatkan produktivitas pertanian. Meningkatnya produktivitas pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan petani.
"Mari kita manfaatkan sebaik mungkin bantuan PATS ini yang mana harapannya kepada masyarakat dengan adanya pompa air tenaga surya ini dapat meningkatkan produktivitas dari yang biasanya hanya satu kali bisa jadi dua sampai tiga kali produksi. Dengan adanya ini harapannya dapat membawa dampak meningkatkan kesejahteraan para petani, perekonomian dan tentu saja dapat mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Samosir," tuturnya.
Untuk diketahui, PATS di Desa Sibonor Ompu Ratus berkapasitas 69,3 kWp dengan memompa air Danau Toba menuju jaringan distribusi dan penampungan. Pada kondisi matahari yang baik, pasokannya bisa mencapai 1.700 hingga 1.900 meter kubik per hari, melampaui target harian yang ada di dalam desain teknis PATS sendiri.
PATS ini akan melayani 82 hektar sawah tadah hujan dan 749 petani yang sebelumnya hanya dapat menanam satu kali dalam setahun, dengan pasokan air yang lebih terjamin, frekuensi tanam diharapkan bisa meningkat sehingga produksi padi bisa ditarikkan naik dari 50 menjadi 150 ton per tahun.
Penggunaan PATS ini dinilai bakal mengurangi kebutuhan pembelian bahan bakar pompa air seperti selama ini berlangsung. Peralihan ini juga diperkirakan menurunkan emisi karbon sebesar 10,18 ton karbon dioksida ekuivalen per tahun.
Selain di Desa Sibonor Ompu Ratus, PATS juga bakal dibangun di Desa Pakpahan, Kecamatan Onan Runggu. PATS di Desa Pakpahan bakal mengairi 73 hektare sawah dengan jumlah petani 903 orang.
