PATS Diresmikan di Samosir, Diproyeksikan Alirin 82 Hektare Sawah Tadah Hujan

PATS Diresmikan di Samosir, Diproyeksikan Alirin 82 Hektare Sawah Tadah Hujan

Nizar Aldi - detikSumut
Sabtu, 03 Okt 2026 12:02 WIB
PATS di Desa Sibonor Ompu Ratus, Kecamatan Nainggolan, Samosir (Foto: Nizar Aldi/detikSumut)
PATS di Desa Sibonor Ompu Ratus, Kecamatan Nainggolan, Samosir (Foto: Nizar Aldi/detikSumut)
Samosir -

Pompa Air Tenaga Surya (Surya) diresmikan di Desa Sibonor Ompu Ratus, Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir. PATS ini diproyeksikan mengaliri air untuk sawah tadah hujan seluas 82 hektare.

Peresmian itu dihadiri langsung oleh Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Leonardo Adypurnama Alias Teguh Sambodo, Kedubes Inggris, hingga Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom.

"Hari ini menjadi momen penting bagaimana perencanaan itu dapat diwujudkan sebagai aksi nyata di daerah. Ketersediaan air dan terperencana membuka peluang petani meningkatkan produksi padi," kata Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Leonardo Adypurnama Alias Teguh Sambodo saat peresmian, Sabtu (3/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PATS ini disebut berkapasitas 69,3 kWp dengan memompa air Danau Toba menuju jaringan distribusi dan penampungan. Pada kondisi matahari yang baik, pasokannya bisa mencapai 1.700 hingga 1.900 meter kubik per hari, melampaui target harian yang ada di dalam desain teknis PATS sendiri.

"Fasilitas ini akan melayani 82 hektar sawah tadah hujan dan 749 petani yang sebelumnya hanya dapat menanam satu kali dalam setahun, dengan pasokan air yang lebih terjamin, frekuensi tanam diharapkan bisa meningkat sehingga produksi padi bisa ditarikkan naik dari 50 menjadi 150 ton per tahun," sebut Direktur Lingkungan Hidup Nizhar Marizi saat sambutan.

ADVERTISEMENT

Penggunaan PATS ini dinilai bakal mengurangi kebutuhan pembelian bahan bakar pompa air seperti selama ini berlangsung. Peralihan ini juga diperkirakan menurunkan emisi karbon sebesar 10,18 ton karbon dioksida ekuivalen per tahun.

Pengelolaan PATS bakal dilakukan oleh masyarakat yang tergabung dalam Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) untuk PATS Mual Hangoluan. Pemkab Samosir juga telah berkomitmen untuk menyediakan biaya untuk operator, kemudian para pengurus PATS juga telah mengikuti pelatihan mencakup pengelolaan organisasi, pembukuan, serta operasi dan juga pemeliharaan.

"Kesepakatan pengelolaan ini mencakup iuran anggota, kemudian ada pembukuan transparan, pembagian air sesuai kebutuhan lahan, dan juga mekanisme pengaduan. Pelibatan perempuan serta penyelesaian legalitas organisasi serta penggunaan aset juga menjadi bagian penting dalam tata kelola PATS ini," ucapnya.

Selain di Desa Sibonor Ompu Ratus, PATS juga bakal dibangun di Desa Pakpahan, Kecamatan Onan Runggu. PATS di Desa Pakpahan bakal mengairi 73 hektare sawah.

"Nanti pembangunan PATS Desa Pakpahan di Kecamatan Onan Runggu akan dimulai. Fasilitas ini dirancang untuk melayani 73 hektar sawah tadah hujan dan juga 903 petani," ujarnya.

Dengan adanya PATS ini, produksi petani diharapkan meningkat dari 96 menjadi 288 ton per tahun dengan potensi penurunan emisi sekitar 7,32 ton CO2 ekuivalen per tahun. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani.

"Sehingga secara keseluruhan, intervensi di Desa Sibonor ini dan juga di Desa Pakpahan nantinya, diproyeksikan bisa memberikan tambahan manfaat ekonomi bagi petani lebih dari Rp 2 miliar per tahun," jelasnya.



(niz/dhm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads