Telur merupakan salah satu sumber protein bagi manusia. Namun, karena harganya yang terjangkau dan praktis diolah, sering menimbulkan keraguan terkait batas aman mengonsumsi telur dalam sehari.
Dilansir detikHealth, spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan bahwa sebenarnya batas maksimal konsumsi telur harian setiap individu bervariasi. Tergantung pada kebutuhan total protein masing-masing orang.
"Kalau ditanya maksimal untuk setiap orang, itu pasti beda-beda. Jadi kalau misalnya beberapa pasien, memang ada yang saya harus hitung juga nih proteinnya," kata dr Yaze dalam live TikTok detikHealth, Kamis (10/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dr Yaze, ketika seseorang memiliki preferensi atau pantangan terhadap jenis protein lain maka telur sering kali menjadi alternatif utama.
"Kalau misalnya dia nggak suka makan ayam, terus nggak suka juga tahu tempe, akhirnya kita beralihnya ke daging, telur, atau beralih ke ikan," terangnya.
Batas Maksimal Konsumsi Telur Per Hari
dr Yaze menyebutkan bahwa seseorang sangat mungkin mengonsumsi hingga beberapa butir telur dalam sehari. Hal ini dilakukan demi memenuhi target kecukupan gizi harian.
"Jadi, kalau misalnya dibilang maksimal berapa, ya 5 bisa. Tergantung nanti hitungan protein yang dibutuhkan berapa untuk memenuhi target proteinnya orang tersebut," jelasnya.
Meski begitu, dr Yaze memberikan batasan penting terkait kondisi kesehatan organ dalam. Konsumsi telur hingga 5 butir per hari ini hanya diperbolehkan bagi individu yang tidak memiliki riwayat masalah kesehatan tertentu, khususnya pada ginjal.
"Tapi kalau untuk kamu, memakannya 5 butir pun masih oke, selama tidak ada gangguan di ginjal atau riwayat gangguan ginjal," pungkas dia.
Artikel ini telah tayang di detikHealth, baca selengkapnya di sini
(mjy/mjy)
