Dokter Ungkap Risiko Minum Antivirus saat Kena Influenza, Jangan Asal Konsumsi

Dokter Ungkap Risiko Minum Antivirus saat Kena Influenza, Jangan Asal Konsumsi

Suci Risanti Rahmadania - detikSumut
Kamis, 01 Okt 2026 06:30 WIB
Customer in pharmacy holding medicine bottle. Woman reading the label text about medical information or side effects in drug store. Patient shopping pills for migraine or flu. Vitamin or zinc tablets.
Foto: iStock
Jakarta -

Saat terserang influenza, sebagian orang mungkin mengira obat antivirus dapat menjadi solusi cepat untuk meredakan gejala. Namun, penggunaan antivirus tidak boleh dilakukan sembarangan karena jenis obat, waktu pemberian, dan kondisi pasien perlu dipertimbangkan.

Konsultan Pulmonologi Intervensi & Kegawatdaruratan Napas, dr Pompini Agustina Sitompul, SpP, menjelaskan influenza pada umumnya dapat sembuh secara alami tanpa intervensi medis yang rumit.

"Penyakit ini sebenarnya gejalanya cukup bervariasi dan bisa sembuh sendiri. Penyakit ini baru menjadi berat pada kelompok-kelompok tertentu," kata dr Pompini dikutip detikHealth.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terkait penggunaan obat antivirus seperti Oseltamivir, Pompini menegaskan obat tersebut tidak diindikasikan untuk batuk pilek biasa (common cold). Oseltamivir diperuntukkan bagi pasien dengan gejala berat atau kelompok rentan yang berisiko tinggi mengalami komplikasi.

"Pada kasus-kasus berat yang ditandai adanya gejala batuk sesak napas yang memerlukan bantuan oksigen, pada kasus berat itulah baru bisa diberikan Oseltamivir. Penelitian menunjukkan pemberian Oseltamivir pada kasus ringan efektivitasnya kecil," jelas dr Pompini.

ADVERTISEMENT

Dampak Minum Obat Antivirus Tanpa Indikasi Medis

Senada ahli farmakologi, dr Dewi Selvina Rosdiana mengingatkan bahwa penggunaan Oseltamivir tanpa indikasi medis yang tepat justru meningkatkan risiko efek samping muntah pada anak hingga 1,6 kali lebih tinggi. Penggunaan antivirus secara berlebihan tanpa indikasi medis juga berisiko meningkatkan resistensi virus terhadap obat.

Sementara itu, spesialis Anak RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr Mulya Rahma Karyanti, menekankan pentingnya mencegah penularan apabila anak mengalami gejala batuk dan pilek agar tidak menyebar ke lingkungan sekitar.

"Untuk anak-anak yang lagi batuk pilek, sebaiknya tidak ke sekolah dulu, sebaiknya dia istirahat. Karena kalau dia ke sekolah, dia akan menularkan ke anak-anak sehat sekitarnya," ujar dr Karyanti.

Selain membatasi aktivitas di luar rumah saat sakit, dr Karyanti mengimbau orang tua untuk memisahkan peralatan makan penderita flu serta mengajarkan etika batuk yang benar, yakni menutup mulut dan hidung menggunakan siku lengan bagian dalam. Langkah tersebut penting untuk memutus transmisi virus yang menular melalui droplet atau percikan air liur.

Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, Kemenkes merekomendasikan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pemberian vaksinasi influenza tahunan yang dapat diakses mulai usia 6 bulan hingga dewasa.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Heboh 'Super Flu', Ini Kata Kemenkes soal Efektivitas Vaksin Influenza "
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads