Pemerintah Kota Batam menerapkan kegiatan belajar dari rumah (BDR) bagi siswa PAUD, SD, dan SMP se-Kota Batam. Kebijakan ini diberlakukan menyusul kondisi kualitas udara yang masuk kategori tidak sehat akibat kabut asap.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengatakan kebijakan tersebut dilakukan sebagai langkah kewaspadaan terhadap kondisi kualitas udara di Batam.
"Hal ini Berdasarkan Surat Edaran Dinas Pendidikan Kota Batam Nomor 12 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Kegiatan Belajar dari Rumah (BDR) pada PAUD, SD dan SMP se-Kota Batam, pembelajaran tatap muka dialihkan menjadi BDR," kata Rudi, Selasa (29/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan dalam surat tersebut disebutkan, keputusan itu diambil setelah indeks kualitas udara langsung atau AQI pada Senin (28/9) pukul 14.00 WIB mencapai 149. BDR mulai diterapkan pada hari ini.
"BDR dilaksanakan mulai 29 September 2026 sampai kondisi kualitas udara membaik dan dinyatakan aman," ujarnya.
Selama pelaksanaan BDR, kepala sekolah diminta menyusun skenario penugasan dan bahan ajar yang disesuaikan dengan kondisi serta keterbatasan akses murid di masing-masing wilayah.
"Dalam edaran tersebut, Sekolah juga diminta melakukan pemantauan dan koordinasi dengan orang tua atau wali murid terkait perkembangan belajar dan kesehatan anak. Kehadiran dan aktivitas belajar siswa tetap harus didokumentasikan," ujarnya.
Orang tua atau wali murid juga diimbau mendampingi anak selama BDR. Selain itu, aktivitas anak di luar rumah atau ruangan terbuka diminta dibatasi guna menghindari paparan kabut asap.
"Menjaga pola hidup bersih dan sehat, mengonsumsi air putih yang cukup, serta menggunakan masker apabila harus keluar rumah," bunyi imbauan dalam surat tersebut.
Pelaksanaan BDR nantinya akan dievaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi kualitas udara di wilayah yang terdampak.
"Kebijakan tersebut berlaku untuk satuan pendidikan PAUD, SD, dan SMP negeri maupun swasta di seluruh Kota Batam," ujarnya.
Data BMKG Hang Nadim Batam, Kabut asap masih terdeteksi di sejumlah wilayah Kepulauan Riau, termasuk Batam, pada Selasa (29/9/2026). BMKG mencatat konsentrasi PM2.5 di Batam pukul 08.00 WIB mencapai 78,2 mikrogram per meter kubik dan masuk kategori tidak sehat.
Berdasarkan citra BMKG pukul 09.00 WIB, sebaran asap masih terdeteksi di sebagian wilayah Kepri dan bergerak ke arah barat laut hingga utara, dipengaruhi angin dari tenggara hingga barat daya.
BMKG mengimbau warga membatasi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker, menjaga kesehatan dan cukup minum. Pengendara juga diminta meningkatkan kewaspadaan karena asap dapat mengurangi jarak pandang.
