Atasi Overtourism, Venesia Bakal Patok Turis Tarif Rp 600 Ribu per Hari

Atasi Overtourism, Venesia Bakal Patok Turis Tarif Rp 600 Ribu per Hari

Muhammad Lugas Pribady - detikSumut
Senin, 28 Sep 2026 07:30 WIB
The Grand Canal, where the canals water has been dyed green in a protest organised by the
Foto: (REUTERS/Manuel Silvestri)
Jakarta -

Venesia berencana menaikkan biaya masuk bagi wisatawan hingga 30 euro atau sekitar Rp 600 ribu per hari pada 2027. Hal itu sebagai upaya mengatasi overtourism di wilayah tersebut.

Dilansir detikTravel, rencana itu disampaikan anggota dewan kota yang menangani anggaran dan perpajakan, Michele Zuin. Ia menilai saat ini tarif yang hanya sekitar 5-10 euro (Rp 100-200 ribu) terlalu rendah sehingga tidak lagi cukup untuk membatasi kunjungan wisatawan ke kota tersebut.

"Tarif 5-10 euro saat ini terjangkau bagi hampir semua orang. Risikonya, biaya tersebut tidak lagi memiliki efek jera yang seharusnya dimiliki kebijakan ini," ungkap Zuin, dikutip dari Reuters, Minggu (27/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Zuin mengatakan pemerintah kota sempat membahas kemungkinan menaikkan tarif hingga 50 euro (Rp 1 juta). Namun, pada akhirnya nominal yang masih dapat diterima adalah 30 euro per hari untuk setiap wisatawan.

Biaya masuk tersebut hanya berlaku bagi wisatawan yang datang ke Venesia dan kembali pada hari yang sama atau day-tripper. Penerapan kebijakan itu pertama kali dilakukan pada 2024 dan disebut sebagai kebijakan pertama di dunia.

ADVERTISEMENT

Wisatawan yang memesan lebih awal bisa mendapatkan tarif lebih murah. Sementara untuk anak-anak berusia di bawah 14 tahun mendapat pengecualian.

Pada 2026, biaya masuk diberlakukan pada hari-hari tertentu mulai 3 April hingga 26 Juli, pukul 08.30-16.00 waktu setempat. Dari penerapan tersebut, pemerintah kota mengumpulkan lebih dari 5,2 juta euro (Rp 105 miliar) dari penjualan hampir 680 ribu tiket.

Zuin menegaskan penerapan tarif baru untuk 2027 ini belum diputuskan. Sebab, besaran biaya tersebut masih harus dibahas dan disepakati bersama pemerintah Italia sebelum diterapkan.

Selama ini, kebijakan biaya masuk ditujukan untuk mengatur arus wisatawan, khususnya pada periode yang biasanya sangat ramai. Pemerintah kota berharap tarif tersebut membuat wisatawan mempertimbangkan kembali waktu kunjungan dan menghindari puncak kepadatan.

Adapun salah satu periode yang menjadi perhatian adalah libur Hari Buruh. Venesia telah lama menghadapi persoalan overtourism, sementara kota tersebut juga mengalami masalah lain berupa penurunan jumlah penduduk.

Artikel ini telah tayang di detikTravel, baca selengkapnya di sini



(mjy/mjy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads