Protes 2 Pelaku Pungli Ditangkap, Warga Blokir Jalan ke Wisata Sidebuk-Debuk Karo

Protes 2 Pelaku Pungli Ditangkap, Warga Blokir Jalan ke Wisata Sidebuk-Debuk Karo

Finta Rahyuni - detikSumut
Minggu, 09 Agu 2026 12:49 WIB
Warga memblokir jalan ke Sidebuk-debuk
Warga memblokir jalan ke Sidebuk-Debuk (Foto: Tangkapan Layar Media Sosial)
Karo -

Satu unggahan yang menarasikan akses menuju objek wisata pemandian air panas Sidebuk Debuk, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) diblokir warga, viral di media sosial. Polisi menyebut peristiwa itu dipicu karena warga tak terima pelaku pungutan liar (pungli) ditangkap.

Berdasarkan video yang dilihat detikSumut, Minggu (9/8/2026), terlihat ada ramai-ramai warga di lokasi. Mereka juga tampak memblokir jalan dengan membakar kayu di tengah jalan.

Sejumlah kendaraan terlihat berhenti di pinggir jalan karena tak bisa melintas. Pada video lain, terlihat ada personel polisi di pintu masuk wisata itu. Perekam menyebut bahwa dirinya tidak bisa masuk menuju akses wisata karena diblokir warga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasat Reskrim Polres Karo AKP Hizkia Siagian mengatakan peristiwa itu terjadi tadi malam. Hizkia menyebut awalnya pihak kepolisian menerima laporan dari seorang wisatawan dari call center 110, karena dipungli saat menuju akses wisata pemandian air panas itu.

Usai menerima laporan itu, petugas kepolisian langsung menuju lokasi dan mengamankan dua orang yang diduga melakukan pungli.

ADVERTISEMENT

"Awalnya ada pungli, terus di teleponlah call center 110. Polsek sama personel piket datang, diamankanlah dua orang. Setelah diamankan, nggak terima warga di sana," kata Hizkia saat dikonfirmasi detikSumut.

Akibat tak terima dua pelaku pungli itu diamankan, kata Hizkia, warga pun melakukan protes dengan memblokir akses menuju tempat wisata itu. Mantan Kasat Reskrim Polres Binjai itu menyebut warga itu meminta agar kedua pelaku pungli itu dibebaskan. Pada saat kejadian itu, kata Hizkia, kedua pelaku sudah diamankan ke kantor polisi.

"Karena ada yang diamankan pungli, warganya nggak terima, blokir, minta dibebaskan," jelasnya.

Perwira pertama Polri itu menyebut pihaknya langsung menuju lokasi usai menerima informasi pemblokiran jalan itu. Belakangan, warga pun membuka blokir jalan itu.

Hizkia mengatakan selama jalan diblokir, wisatawan yang berada di areal pemandian dan yang hendak masuk ke lokasi wisata itu, tidak bisa melintas. Hizkia menyebut kondisi terkini di lokasi sudah aman.

"Awal-awal (semua nggak dibolehin melintas). Setelah itu kan yang keluar boleh, yang masuk yang dilarang sama masyarakat," jelasnya.

Kini, kedua pelaku pungli itu masih mengalami pemeriksaan di Polres Karo.

"Masih (diperiksa), diamankan di Polres," pungkasnya.



(fnr/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads