Warga Kampung Nelayan Seberang Ngeluh Minimnya Tong Sampah

Warga Kampung Nelayan Seberang Ngeluh Minimnya Tong Sampah

Juita Sinuhaji - detikSumut
Minggu, 27 Sep 2026 10:29 WIB
Irwansyah (baju coklat) warga Kampung Nelayan Seberang, Medan Belawan, Kota Medan, Sabtu (26/9/2026)
Irwansyah (baju coklat) warga Kampung Nelayan Seberang, Medan Belawan, Kota Medan, Sabtu (26/9/2026) (Foto: Juita Sinuhaji/detikSumut)
Medan -

Irwansyah (50) warga Kampung Nelayan Seberang, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, mengeluh minimnya perhatian pemerintah setempat soal penyediaan tong sampah. Ia juga memandang persoalan tersebut telah meresahkan masyarakat.

Berdasarkan pantuan tim detikSumut di lokasi, disekitar rumah baca Irwansyah tampak warga berlalu lalang menggunakan perahu kayu tradisonal mencari ikan. Terlihat juga anak - anak bermain air dan beberapa atlet sedang belajar di air berwarna coklat itu.

"Air bagaikan tempat pembuangan sampah, minim sekali perhatian pemerintah terkait ketersediaan tong sampah di dekat permukiman Kampung Nelayan Seberang," ujar Irwansyah kepada detikSumut, Sabtu (26/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meskipun selama ini pemerintah tidak memperhatikan rakyat kecil, warga Kampung Nelayan Seberang sudah berupaya menyediakan tong sampah. Namun, usaha tersebut tidak berjalan dengan maksimal sehingga sampah berserakan.

Irwansyah menyebut, akibat tidak adanya tong sampah yang disedikan untuk masyarakat, sisa- sisa makanan bahkan plastik tidak menentu diletakkan dimana dan dibuang kemana.

ADVERTISEMENT

Akibatnya, warga membuang sampah ke air dengan sembarangan. Tidak hanya itu, sampah kiriman juga menjadi persoalan bagi warga kampung tersebut.

Membuang sampah ke air tidak menyelesaikan persoalan, tetapi menambah masalah baru seperti air kotor, tercemar, sumber penyakit dan merusak ekositem. Bahkan sampah plastik sangat sulit terurai dan butuh waktu yang cukup lama.

Tidak hanya itu, warga yang menggantungkan kehidupan pada hasil laut juga berpengaruh besar. Jika sampah semakin banyak, maka potensi biota hidup di laut kian menurun.

Ia menilai peran pemerintah sangat penting dari segi pengawasan, pendampingan dan memperhatikan masyarakat yang belum tersentuh fasilitas umum.

"Dengan adanya nanti tong sampah dari pemerintah, masyarakat tidak akan membuang sampah ke laut," ungkap Irwansyah disela - sela meneguk secangkir kopi di tepi air yang mulai pasang.

Ia sebagai warga hanya bisa berharap, pemerintah segera turun dan memperhatikan warga Kampung Nelayan. Irwansyah juga meminta warga turut serta mulai menjaga lingkungan air dan tidak membuang sampah.

"Harapan kami, semoga warga setempat juga tidak membuang sampah ke laut karena sekarang lebih banyak sampah dari pada udang dan kepiting," imbuh Irwansyah menutup ceritanya.

Kehidupan di Kampung Nelayan Seberang tidaklah mudah, mereka harus menggunakan kapal sebagai alat transportasi satu - satunya menuju rumah, ke kota maupun mencari sesuap nasi untuk keluarga.

Dalam catatan detikSumut, kampung tersebut jauh dari kata sempurna. Jalan yang mereka gunakan dari satu rumah ke rumah lainnya, hanya setapak, miris sekali papannya juga sudah bolong dimakan waktu dan hampir rapuh. Kondisi ini sangat beresiko jatuh ke dalam air yang diselimuti berbagai sampah.

Tidak hanya itu, ketika di lokasi ini aroma tidak sedap juga tercium sesampai disana. Meskipun keadaan masih jauh dari harapan, warga di lokasi ramah dan murah senyum kepada pendatang.



(afb/afb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads