Sering Menikmati Waktu Sendiri? Bukan Berarti Kesepian, Bisa Jadi Itu Solitude

Muhammad Fikri Haikal Saragih - detikSumut
Kamis, 24 Sep 2026 11:40 WIB
Foto: ilustrasi/thinkstock
Medan -

Setiap orang punya cara menghabiskan waktu luang, mulai dari berolahraga, nongkrong bersama teman dan lainnya. Tidak sedikit juga seseorang lebih memilih menghabiskan waktu sendirian.

Duduk sendiri di kamar, membaca buku, atau sekadar menikmati suasana tanpa harus berinteraksi orang lain. Waktu seperti itu justru terasa menyenangkan bagi sebagian orang.

Sendirian sering kali dikaitkan langsung dengan kesepian. Nyatanya, kedua hal tersebut sama sekali berbeda. Menurut psikologi, kesendirian atau bahasa lainnya yaitu solitude adalah kondisi seseorang memilih dan menikmati waktu seorang diri, sedangkan kesepian (loneliness) berkaitan dengan perasaan tidak memiliki hubungan sosial.

American Psychological Association (APA) mendeskripsikan solitude sebagai kondisi ketika seseorang menghabiskan waktu seorang diri tanpa berinteraksi dengan orang lain, baik langsung maupun media digital. Sementara, loneliness dikaitkan langsung dengan perasaan kurang memiliki hubungan atau kedekatan dengan orang lain.

Seseorang bisa sendirian tanpa merasa kesepian. Sebaliknya, seseorang juga dapat merasa kesepian meskipun sedang di tengah banyak orang.

Solitude bisa memberikan ruang untuk melakukan refleksi diri, berpikir, dan berkreasi. Dikutip dari penelitian Ami Rokach (2025), kesendirian yang diinginkan secara sadar dapat menjadi waktu untuk beristirahat dari hiruk pikuk dunia luar.

Profesor Psikologi Madya dari Durham University juga menyebutkan waktu yang dihabiskan untuk sendirian dapat memberikan kesempatan untuk beristirahat dan merefleksi diri.

Meski begitu, solitude bukan berarti seseorang tidak membutuhkan berinteraksi dengan orang lain. Hubungan sosial tetap penting, sedangkan kesendirian bisa menjadi ruang untuk memenuhi kebutuhan pribadi.

Solitude bisa terasa berbeda bagi setiap orang. Jika dilakukan secara sukarela, waktu sendiri bisa menjadi ruang nyaman buat diri sendiri, sedangkan jika tidak diinginkan, maka akan menimbulkan perasaan kesepian.

Artikel ditulis Muhammad Fikri Haikal Saragih, peserta MagangHub Kemnaker di detikcom



Simak Video "Video: Apakah Video Game Punya Pengaruh Besar Terhadap Agresi?"

(astj/astj)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork